Ketua DPRD Kebumen Jadi Tersangka Kasus Taufik Kurniawan

detikcyber.com, JAKARTA – Ketua DPR Taufik Kurniawan telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas dugaan tipikor dalam pengurusan Dana Alokasi Khusus (DAK) Kabupaten Kebumen yang bersumber dari APBN 2016.

Dalam kasus yang sama selain Taufik, lembaga antirasuah itu juga menetapkan Cipto Waluyo mantan Ketua DPRD Kebumen sebagai tersangka suap diduga menerima suap sebesar Rp50 juta terkait pengesahan atau pembahasan APBD Kabupaten Kebumen tahun anggaran 2015-2016.

Menurut Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan dalam jumpa pers, Jakarta, Selasa (30/10),”atas perbuatan, Cipto Waluyo disangkakan melangar pasal 12 huruf a atau pasal 12 huruf b atau pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto pasal 55 ayat 1 ke-1 KUH Pidana,” jelasnya.

Kasus itu terungkap bermula dari operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan KPK pada 15 Oktober 2016 atas seorang anggota DPRD dan seorang PNS di Dinas Pariwisata Kabupaten Kebumen dengan barang bukti Rp70 juta.

Dalam kasus ini, KPK menduga penerimaan hadiah dan janji oleh CW terkait pengesahan atau pembahasan APBD dan APBD-P Kebumen 2015-2016, dan pokok pikiran DPRD Kebumen 2015-2016. “Diduga CW selaku Ketua DPRD Kabupaten Kebumen periode 2014-2019 menerima sekurangnya Rp50 juta,” ujar Basaria.

KPK pun menetapkan Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan sebagai tersangka suap. Taufik diduga membantu Bupati nonaktif Kebumen Yahya Fuad, dalam pengurusan DAK Kabupaten Kebumen itu. Dia diduga menerima hadiah atau janji sekitar Rp3,65 miliar,” kata Basaria.

Atas perbuatan tersebut Taufik disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.(Dido)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *