
detikcyber.com, TRENGGALEK– Tim dari Unit Pemberantasan Pungli (UPP) Trenggalek melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap tujuh orang pegawai Puskesmas Pule Kabupaten Trenggalek , jumat ( 19/10 ), lantaran diduga pungli terhadap para pegawai dengan memotong dana jasa pelayanan sebesar 10 persen.
Modus pemotongan dilakukan dengan membagikan amplop kosong bertuliskan besaran potongan yang wajib diserahkan kepada koordinator pengumpul. Dari hasil Operasi Tangkap Tangan, polisi mengamankan berikut barang bukti uang tunai lebih dari Rp. 28.719.000 . Uang hasil iuran para pegawai tersebut digunakan untuk berbagai kegiatan yang tak masuk akal dan kepentingan pribadi.
Tim penyidik Polres Trenggalek menduga praktik dugaan pungli terhadap jasa pelayanan (jaspel) para pegawai Puskesmas Pule, berlangsung sejak awal 2018. Polisi masih memeriksa intensif 7 pegawai yang diduga terlibat.
Sementara itu, Iptu Eko Widianto selaku Kanit Tipikor Satreskrim Polres Trenggalek, , menyampaikan dari hasil penyelidikan diketahui untuk triwulan pertama tahun 2018 terkumpul uang Rp 72.425.904, triwulan kedua sebanyak Rp 41.336.000 dan untuk triwulan ketiga baru terkumpul Rp 28.719.000,” jelasnya, Jumat (19/10/2018). Sehingga selama 3 kali pemotongan terkumpul dana sebanyak Rp 142.480.904.
Dijelaskan Eko, aksi pemotongan dana jaspel itu tidak dilakukan pada awal penerimaan. Namun baru disetor masing-masing penerima jaspel setelah anggaran diterima di rekening pribadi. Selanjutnya mereka menyetorkan potongan 10 persen kepada tim teknis, sesuai dengan nominal yang ada dalam amplop kosong,” jelas Eko.
Terpisah Pemkab Trenggalek belum mengambil langkah terkait Operasi Tangkap tangan (OTT) dugaan pungli dana jasa pelayanan (Jaspel), yang terjadi di Puskesmas Pule.
Kepala Inspektorat Trenggalek, Bambang Agus Setyaji, mengatakan hingga saat ini belum ada langkah khusus untuk menyikapi kasus tersebut. Pihaknya masih menunggu perkembangan penyelidikan yang dilakukan aparat kepolisian karena masih belum ada penetapan tersangka ,” terang Bambang, Jumat (19/10/2018) saat dikonfirmasi, Jumat (19/10/2018).
Sementara Bupati Trenggalek, Emil Elestianto Dardak saat ditemui untuk dikonfirmasi tidak berada ditempat. (E Siswanto)