Kasus Jual Beli Jabatan Bupati Nganjuk, Dit Tipidkor Polri Periksa 30 Saksi

detikcyber.com, Jakarta – Dalam kasus suap jual beli jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Nganjuk Irjen Argo Yuwono Kadiv Humas Polri, mengatakan, tim penyidik Direktorat Tindak Pidana Korupsi (Dit Tipidkor) Bareskrim membagi empat berkas perkara. Sebanyak tujuh orang telah ditetapkan sebagai tersangka,” kata Argo, Senin (17/5).

Argo menambahkan Berkas pertama, atas nama tersangka Novi Rahman Hidayat. Sebanyak 11 orang saksi telah diperiksa.  

Berkas kedua, MIM, ajudan Bupati Nganjuk. Dalam berkas perkaranya sebanyak delapan orang saksi telah diperiksa.

Selanjutnya berkas ketiga adalah milik DR (Camat Pace), ES (Camat Tanjunganom dan sebagai Plt Camat Sukomoro), dan HY (Camat Berbek) yang masing-masing disebut sebagai pemberi hadiah atau janji.

“Dari tiga tersangka ini sudah dilakukan pemeriksaan delapan orang saksi. Terakhir, berkas keempat atas tersangka BS (Camat Loceret) dan TBW (Mantan Camat Sukomoro), yang juga telah dilakukan pemeriksaan tiga saksi terhadapnya, total keseluruhan saksi dalam kasus ini sebanyak 30 orang,” jelas Argo.

Diberitakan sebelumnya, Bupati Nganjuk Novi Rahman ditangkap oleh tim gabungan Bareskrim Polri dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada 10 Mei 2021. Penyidik menyita uang senilai Rp 647 juta, 8 ponsel, buku rekening, dan sejumlah dokumen diduga terkait jual beli jabatan.

Modus jual beli jabatan ini, para camat memberikan sejumlah uang kepada Novi melalui ajudan Bupati. Selanjutnya ajudan akan menyerahkan uang tersebut kepada Novi Rahman.

Wartawan : Dido

Editor : Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *