Kembali Dibekuk Edarkan Upal, Kakek Ini Ditangkap
Kembali Dibekuk Edarkan Upal, Kakek Ini Ditangkap

detikcyber.com, Malang – Seorang kakek bernama Minto (64), asal Rembang, Jawa Tengah, kini kembali berurusan dengan polisi. Pasalnya kakek tersebut  mengedarkana uang palsu (upal). Sebelumnya pada 2012 lalu, Minto juga pernah ditangkap polisi atas kasus serupa. Minto divonis hukuman 3,5 tahun penjara.

Minto ditangkap di dekat SPBU wilayah Kepanjen, Kabupaten Malang, beberapa hari lalu. Upal senilai Rp 20,8 juta ditemukan tersimpan dalam jok motor tersangka. Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, Minto digelandang ke Polres Malang.

Dari tangan tersangka kami mengamankan upal sebanyak Rp 20,8 juta dengan pecahan Rp 100 ribu dan Rp 50 ribu,” kata Kasat Reskrim Polres Malang AKP Tiksnarto Andaru Rahutomo kepada wartawan di Mapolres Malang Jalan Ahmad Yani, Kepanjen, Senin (18/11/2019).

Menurut keterangan pelaku, Upal didapatkan dari rekan tersangka di Bekasi. Saat itu, tersangka diberi upal senilai Rp 21 juta, setelah mentransfer uang asli sebanyak Rp 5 juta,” terang Andaru.

Kami masih mengembangkan kasus. Tersangka sendiri mengaku belum menggunakan upal yang dimiliki,” tegas Andaru.

Selain lembaran upal senilai Rp 20,8 juta. Polisi juga menyita alat ultraviolet atau pendeteksi uang dari tangan kakek tersebut. Barang bukti upal yang disita, sangat jelas terlihat sebagai uang palsu. Mulai dari warna yang buram beserta nomor seri yang sama.”Jika diidentifikasi, barang bukti sangat terlihat jelas palsu secara kasat mata. Karena warnanya buram, belum lagi nomor seri yang banyak sama. Atas perbuatannya, Minto terancam hukuman 10 tahun penjara,” ungkap Andaru.(DMw)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Exiting Little Pharma | VHS MIDNIGHT STYLE | Cyber Dream Records where can u buy steroids can you really buy anabolic steroids online, buy dianabol blue hearts uk - heroes past and present HSA warns about 2 'health' products that contain steroids, dangerous steroids usa online 'pharma bro' martin shkreli denied release from prison to work on coronavirus cure