Setahun, Pembunuhan Pasutri Terungkap
Setahun, Pembunuhan Pasutri Terungkap

detikcyber.com, Tulungagung – Aksi kejahatan memang tak selamanya sempurna, seperti kasus pembunuhan terhadap pasutri Adi Wibowo dan Suprihatin yang terjadi setahun lalu tepatnya di Campurdarat Tulungagung akhirnya terungkap juga. Polisi menangkap dua pemuda yang diduga sebagai pelaku pembunuhan.

Kapolres Tulungagung, AKBP Eva Guna Pandia, Jumat (1/11/2019), mengatakan ada dua tersangka yang kami tangkap di perkebunan sawit di wilayah Kuranji, Tanah Bumbu, Kalsel, atas nama Deny Yonatan Fernando Irawan (25) dan Mohammad Rizal Saputra (22) keduanya merupakan warga Ngingas, Kecamatan Campurdarat, Tulungagung,” tuturnya.

Penangkapan terhadap pelaku tersebut dilakukan oleh tim gabungan dari Satreskrim Polres Tulungagung dan Polres Tanah Bumbu dan Resmob Polda Kalimantan Selatan. Saat diamankan petugas, kedua pelaku tengah berada di perkebunan kelapa sawit.

Kronologi kejadian hingga memakan korban tersebut yakni saat itu sekitar pukul 12.00 WIB, Fernando mengajak Rizal mendatangi rumah korban di Desa Ngingas, Kecamatan Campurdarat dengan maksud menagih pengurusan perpanjangan STNK yang sebelumnya dititipkan kepada korban.

“Saat itu Fernando masuk ke rumah korban dan ditemui oleh korban Suprihatin, sedangkan Rizal berada di teras. Ketika bertemu itu, Suprihatin melontarkan kata-kata yang menyinggung, sehingga terlibat cek-cok,” ujarnya.

Akibatnya, pelaku kesal hingga akhirnya korban dipukul pada bagian kepala hingga tersungkur. Setelah itu korban kembali dibenturkan ke tembok, hingga akhirnya tewas di lokasi kejadian.

Pelaku memukul korban dengan menggunakan sejumlah alat, di antaranya hiasan dari marmer serta kayu. Untuk barang bukti kayu masih kami cari,” jelas Pandia.

Usai membunuh Suprihatin, pelaku masuk ke dalam kamar korban Didik yang sedang tidur. Pelaku pun langsung memukul bagian tengkuk.

“Mendapat pukulan korban terbangun dan berusaha menangkis dengan tangan. Namun pelaku kembali melakukan penyerangan hingga korban meregang nyawa,” jelas Kapolres.

Sementara tersangka Rizal ikut tersangkut kasus pembunuhan tersebut lantaran ikut memukul dan menyeret mayat korban. Usai melakukan pembunuhan, kedua pelaku langsung kabur dan beberapa hari kemudian bertolak ke perkebunan kelapa sawit Kalimantan.

Kapolres Tulungagung AKBP Eva Guna Pandia, menerangkan proses penyelidikan pembunuhan tersebut membutuhkan waktu hampir satu tahun. Kondisi itu disebabkan oleh minimnya saksi.

“Begitu saya ditugaskan ke sini, ada tunggakan kasus itu, kami langsung melakukan pembedahan kasus hingga akhirnya mendapatkan petunjuk yang mengarah ke kedua pelaku,” terangnya.

“Dari penyidikan, pelaku ini pergi meninggalkan Tulungagung beberapa hari setelah kasus pembunuhan itu terjadi,” ujarnya.

Pandia menjelaskan, kedua pelaku nekat melakukan pembunuhan terhadap Adi Wibowo alias Didik dan Suprihatin lantaran kesal setelah permintaan jasa registrasi perpanjangan STNK tidak kunjung dilakukan oleh korban. (Dar)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Exiting Little Pharma | VHS MIDNIGHT STYLE | Cyber Dream Records where can u buy steroids can you really buy anabolic steroids online, buy dianabol blue hearts uk - heroes past and present HSA warns about 2 'health' products that contain steroids, dangerous steroids usa online 'pharma bro' martin shkreli denied release from prison to work on coronavirus cure