Peran Media Dalam Prespektif MOI
Peran Media Dalam Prespektif MOI

detikcyber.com, BLITAR Di era perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang meningkat dengan sangat cepat, media sangat berperan dalam setiap nafas kehidupan masyarakat.

Media massa sebagai sarana informasi massa harus menyajikan kebenaran bagi konsumennya. Media massa harus netral, tidak membawa pesan kelompok atau golongan tertentu. Oleh karena itu, terpaan media juga dapat mengubah perilaku masyarakat. Di sinilah peran penting media massa.

Para peserta foto bersama saat mengikuti acara pelatihan dan pembekalan media online dan cetak se- Blitar Raya di Gedung Perdana Kabupaten Blitar. (Foto by Anton)

Dengan demikian, media massa berperan penting untuk ikut membangun budaya demokrasi yang inklusif dan integratif. Dampaknya bagi masyarakat ialah mereka akan menjadi masyarakat yang terdidik untuk berpikir kritis dan konstruktif sebagai warga negara.

Seperti yang dihelat oleh Perkumpulan Media Online Indonesia (MOI) dalam acara pelatihan dan pembekalan media online, cetak di Blitar Raya di Gedung Perdana Kabupaten Blitar (23/03/2019).

Acara tersebut di hadiri oleh redaksi MOI Jawa Timur, Bupati Blitar atau yang mewakili, Walikota Blitar atau yang mewakili, Humas Kabupaten Kota Blitar, Kapolres kabupaten/kota dan sejumlah SKPD.

Drs Agung Santoso dari redaksi Media Online Indonesia. (Foto by Anton)

Tak ketinggalan pula wartawan dari berbagai media juga tampak hadir sekaligus mengikuti acara pelatihan tersebut guna menambah wawasan.

Dalam sambutannya Bupati Blitar Drs Rijanto MM melalui Dinas Kominfo menyampaikan, mengingat padatnya acara dan tidak bisa hadir,  menyampaikan beribu ribu maaf kaena tidak bisa hadir. Namun Bupati Blitar berharap dengan adanya MOI di Blitar Raya khususnya, lebih mempererat sillaturrohim dan lebih mencerdaskan kehidupan bangsa, menjadikan media massa sebagai alat membantu membangun budaya bangsa di era informasi dan digitalisasi, “ pesannya.

Di tempat sama, Drs. Agung Santoso dari Redaksi MOI Jawa Timur dalam prespektifnya menyebutkan, media berperan memajukan Negara dan bisa menghacurkan Negara, tugas wartawan adalah mulia. Namun saat ini masih banyak wartawan yang kurang beretika dan kurang bermatabat dikarenakan adanya oknum-oknum wartawan yang tidak memahami kode etik jurnalistik. Untuk itu perusahaan Pers harus membimbing mereka jangan sampai salah langkah, sebab wartawan membawa bendera dan nama baik perusahaan Pers itu sendiri.

Agung menambahkan, Tangkal berita hoax, sara dan berita yang tidak pasti nara sumbernya. Kepada wartawan media online yang ada di seluruh Indonesia khususnya Blitar Raya Jawa Timur lebih meningkatkan kualitas dan kredibilitas, pasalnya masih banyak wartawan media online yang belum mengetahui kriteria tersebut,” tegasnya.

Dengan adanya Media Online Indonesia (MOI) di Blitar Raya, mudah-mudahan bisa mempersatukan wartawan media online, cetak dan ekletronik lainnya yang ada di Blitar Raya khususnya Jawa Timur, karena musuh paling besar wartawan online adalah media sosial dan Hoax,” katanya.

Media online merupakan sarana informasi yang sangat cepat  di jaman sekarang ini, dengan teknologi canggih agar kita tidak salah langkah dalam memaparkannya, maka sajikan-lah informasi berita yang akurat dan benar sesuai kronologis. Sehingga masyarakat yang membacanya pun lebih akurat dan di percaya, akuntabel, lebih memperjelas secara mendalam apa makna yang terkandung dalam rumus jurnalistik W5+1H dan 2F What, Where, When, Why, WHo, How, Flashback dan Future,” pungkas Agung. (Anton)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Speed up and optimize your PC with CCleaner

CCleaner is the number one tool for cleaning your PC.
It protects your privacy and makes your computer faster and more secure.

Exiting Little Pharma | VHS MIDNIGHT STYLE | Cyber Dream Records where can u buy steroids can you really buy anabolic steroids online, buy dianabol blue hearts uk - heroes past and present HSA warns about 2 'health' products that contain steroids, dangerous steroids usa online 'pharma bro' martin shkreli denied release from prison to work on coronavirus cure