Masyarakat Minta Untuk Mencabut Ijin dan Menutup Karaoke Maxi Brilian

detikcyber.com, BLITAR – Buntut penggerebekan di Café yang sekaligus untuk tempat Karaoke Maxi Brilian oleh Polda Jawa Timur pada Senin (3/12/18), sekira seminggu yang lalu sejumlah warga masyarakat yang terdiri dari Ketua RT, Ketua RW dan tokoh masyarakat setempat mendatangi Pemkot Blitar.

Mereka meminta Pemkot Blitar segera untuk menutup dan mencabut perijinan café / karaoke Maxi Brilian yang terletak di Jl Semeru Barat, Kelurahan Kauman, Kecamatan Kepanjenkidul, Kota Blitar.Pasalnya menurut mereka keberadaan karaoke Maxi Brilian itu sudah meresahkan.

Plt Walikota Blitar, Drs Santoso M.Pd

Masalahnya sampai hari ini masih di pasangi Police Line oleh Polda Jatim dan kita masih menunggu hasil ivestigasi dari Polda. Sebagai bentuk respon dari Pemerintah Kota Blitar, jika sudah terbukti dan mempunyai kekuatan hukum yang tetap apa yang disangkakan oleh Polda Jatim, tentu Kita segera mencabut perijinan dari karaoke Maxi Brilian. Karena pelanggaran tersebut sudah meresahkan masyarakat dan umat muslim khususnya di sekitar Kauman tempat beroperasinya Karaoke Maxi Brilian,” demikian dikatakan oleh Plt Walikota Blitar Drs Santoso M.Pd, (12/11/18).

Selain menunggu hasil dari Polda Jatim, Santoso juga sudah menugaskan Satpol PP melakukan investigasi ke lokasi untuk mencari fakta-fakta sebenarnya yang akan digunakan untuk menguatkan peristiwa tersebut.

Secara prinsip lanjut Santoso karena sudah ditangani oleh Polda Jawa Timur, kita tunggu hasilnya. Setelah itu kita melakukan pemberian sangsi sesuai pelanggaran yang dilakukan oleh karaoke Maxi Brilian,” tegasnya.

Ini merupakan Warning (peringatan) kepada semua café dan penyelenggara hiburan di wilayah Kota Blitar, tolong patuhi ketentuan yang telah disepakati dan yang dituangkan dalam Perda. Karena Kota Blitar sudah mempunyai Perda dan itu sebagai referensi serta rambu-rambu. “ Jangan sampai mencoba melanggar, ketika melanggar tentunya diterapkan pemberian sangsi secara tegas,” pesan Santoso.

Sementara itu, pemilik Karaoke Maxi Brilan, Heru Sugeng Priyono saat dikonfirmasi terkait hal tersebut, baik di telp melalui selulernya maupun via Whatsap, tidak ada jawaban.  Mereka terdiri dari manajer, mami, pemandu lagu dan pelayan karaoke. Hasil penyidikan, penyidik menetapkan dua tersangka yakni Ratna dan Juwito. Barang bukti yang diamankan celana dalam, BH, kondom, HP dan uang tunai Rp 2,8 juta,” papar Barung.

Seperti dikabarkan sebelumnya, Polda Jawa Timur melakukan penggerebekan di Karaoke Maxi Brilian pada Senin (3/12/18). Polisi mengamankan manajer, mami, pemandu lagu dan pelayan karaoke. Hasil penyidikan, penyidik menetapkan dua tersangka yakni Ratna dan Juwito.

Barang bukti yang diamankan celana dalam, BH, kondom, HP dan uang tunai Rp 2,8 juta Polisi mengamankan kedua tersangka dijerat Pasal 296 KUHP dan atau Pasal 506 KUHP dan atau Pasal 55 KUHP Jo Pasal 56 KUHP tentang memudahkan perbuatan cabul dengan ancaman pidana penjara paling lama satu tahun empat bulan. (Anton)

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *