Sambut Hari Korupsi : Ratusan Masa Aktivis Anti Korupsi Blitar, Gelar Orasi

detikcyber.com, BLITAR – Ratusan masa yang bergabung dalam aktivis anti korupsi dan KRPK , dalam menyambut dan mewarnai hari korupsi internasional yang jatuh pada tanggal 9 desember, kembali  melakukan orasi tepatnya di depan Polres Kabupaten Blitar. Aksi ratusan simpatisan tersebut dipimpin oleh Imam Nahrowi .

Imam Nachrowi saat melakukan orasi. (Foto by Anton)

Tampak aksi melakukan long march pukul 10.30 Wib dimulai dari jembatan timbang Talun menuju arah ke timur dan berhenti di depan Polres Kabupaten Blitar, Senin (10 /12 /2018). Perwakilan orasi delapan orang yang diterima dan masuk ke Polres untuk melakukan sejumlah visi misi dan di terima oleh Kapolres Kabupaten Blitar, AKBP Anissullah M Ridha.

Dalam orasinya, imam Nahrowi mendesak kepada aparatur penegak hukum khususnya Blitar raya segera mengusut tuntas kasus korupsi yang sudah di tangani namun hingga kini belum dapat kepastian.

Kasus korupsi Koni yang melibatkan 12 anggota dewan,dugaan korupsi workshop honorer K2 yang sudah ada 5 tersangkanya, namun masih juga belum P21,dugaan korupsi Jasmas, dugaan korupsi dana bansos tahun 2013 hinga th 2015 dan lain sebagainya,” kata Imam.

Selain itu menuntut kepada pemerintah pusat pada umumnya dan kepada Polres Blitar khususnya mengedepankan kemaslahatan yang jauh lebih besar yaitu upaya

Ratusan aktivis anti korupsi Blitar saat melakukan Long March berjalan rapi menuju Polres Blitar. (Foto by Anton)

pemberantasan korupsi serta melindungi para aktivis Anti korupsi dari segala upaya serangan balik para koruptor,” cetus Imam Nahrowi.

Terpisah Aktivis dari Gerakan Anti Korupsi Independen (GAKI) Blitar, Syaiful Anwari dalam menginspirasi hari korupsi saat ditemui di base campnya menakar, hingga tahun 2018, angka kasus korupsi di Indonesia masih terbilang cukup tinggi.

Saat ini, lanjut Syaiful, sudah ada kombinasi antara korupsi politik dan korupsi birokrasi. Untuk itu, ia mengatakan perlunya keterlibatan masyarakat dalam

Aktivis Gerakan Anti Korupsi Independen (GAKI) Blitar,Syaiful Anwari SE.

pencegahan korupsi di Indonesia. “Kalau lihat frame korupsi sekarang, stylenya sangat berbeda dari sebelumnya.

Terdapat kombinasi antara korupsi politik dan korupsi birokrasi. Kalau melihat kombinasi itu ada problem di parpol terkait mahar parpol,”terangnya.

Bahkan menurut Syaiful, meski dirinya mengapresiasi kinerja KPK namun masih belum merasa puas dengan vonis yang diberikan kepada koruptor yang hanya kisaran 4 hingga 6 tahun, seperti pada kasus mantan Gubernur Jambi Zumi Zola yang hanya diputus 6 tahun saja. Vonis tersebut menurutnya tidak akan menimbulkan efek jera bagi pelakunya. Ia berharap vonis untuk koruptor minimal diatas 10 tahun dan selalu diberlakukannya Undang-undang TPPU (Tindak Pidana Pencucian Uang) serta dicabut hak politiknya,”pungkasnya. (Bang Anton)

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *