Bupati Boyolali Seno Samodro Dipolisikan

detikcyber.com, JAKARTA – Terkait pidato Capres no 2 Prabowo Subianto saat peresmian Kantor Badan Pemenangan Prabowo-Sandi di Boyolali, mendapat respon keras dari masyarakat dan Bupati Boyolali Seno Samodro.

Pasalnya dalam pidatonya pada salah satu bagian, yang mana Prabowo menyebut tampang Boyolali. Ia menyebutkan beberapa hotel berbintang di Ibu Kota. Namun, ia yakin warga Boyolali tidak pernah menginjakkan kaki di hotel mewah itu. “Kalian kalau masuk, mungkin kalian diusir. Karena tampang kalian tidak tampang orang kaya, tampang-tampang kalian, ya tampang Boyolali.

Bupati Boyolali Seno Samodro

Dampak dari pernyataan itu, seorang pria kelahiran Boyolali bernama Dakun melaporkan Prabowo ke Polda Metro Jaya. Dia mengatakan, ucapan Prabowo telah menyinggung warga Boyolali.

Namun kemudian Bupati Boyolali Seno Samodro juga dilaporkan oleh Ahmad Iskandar di Bareskrim Polri, Jakarta Pusat, Senin, 5 November 2018 ke Bareskrim Polri, lantaran dianggap menghina calon Presiden Prabowo Subianto.

Karena sebelumnya pada tanggal 4 November ada demo massa, Bupati Boyolali Seno Samodro, ternyata hadir di demo massa yang mengatasnamakan masyarakat Boyolali tersebut.

Bupati Boyolali Seno Samodro yang merupakan Kader PDI Perjuangan itu dituduh menyebut Prabowo dengan bahasa Jawa, asu (anjing-red),”kata Ahmad Iskandar di Bareskrim Polri, Jakarta Pusat, Senin, 5 November 2018.

Ahmad menjelaskan, kehadiran Seno Samodro Bupati Boyolali dalam demo massa sesuai dengan fakta dan rekaman video yang ada. Dalam demo itu, Seno Samodro sempat berpidato dan menyatakan Prabowo asu. Perkataan Bupati Boyolali itu dengan sengaja menimbulkan keonaran di kalangan masyarakat. Karenakan yang dituju dalam pernyataan tersebut adalah seorang Capres yang banyak memiliki pendukung di kalangan rakyat,” tandasnya.

Atas pernyataan itu, kemudian pelapor didampingi pengacara pendukung Prabowo melaporkan Bupati Boyolali Seno Samodro ke Bareskrim Polri, karena dianggap melanggar Pasal 156 KUHP Jo pasal 14 dan 15 UU No 1 tahun 1946. Dengan bukti laporan LP/B/1437/XI/2018/BARESKRIM, tanggal 5 November 2018. Didukung barang bukti berupa video dan hasil screenshot dari media online.”Laporan bertujuan Bupati Boyolali Seno Samodro diperiksa atau disidik sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” Tutup Ahmad.(Dido)

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *