EVALUASI TAMAN POSYANDU DI DINKES KABUPATEN BLITAR

detikcyber.com, BLITAR – Posyandu merupakan bentuk peran serta masyarakat di bidang kesehatan yang dikelola oleh kader dengan sasaran seluruh anggota masyarakat. Dalam perkembangannya Taman Posyandu untuk meningkatkan kualitas posyandu, kegiatannya diintergrasikan dengan program pengembangan Anak Usia Dini (PAUD) dan Bina Keluarga Balita (BKB).

Yuli Susilowati selaku Kasi Promkes (Promosi Kesehatan) Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar. (Foto By : Anton)

Menurut Yuli Susilowati selaku Kasi Promkes (Promosi Kesehatan) Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar saat dikonfirmasi, Rabu (17/10) di Aula Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar menyampaikan, Taman Posyandu merupakan pengembangan posyandu berstrata mandiri yang diberi layanan pengembangan anak usia dini (PAUD) dan pengasuhan balita oleh orang tua di  kelompok BKB.

Disamping melaksanakan tugas-tugas pokok di posyandu, kegiatan kader di taman Posyandu juga difokuskan pada deteksi tumbuh kembang balita. Namun sebelumnya kader memahami tentang petunjuk teknis di Taman Posyandu dan meningkatkan pengetahuan serta kemampuan kader dalam melaksanakan deteksi dini dalam tumbuh kembang balita,” terangnya.

Lebih lanjut Yuli mengutarakan, Taman Posyandu terbentuknya sejak empat tahun yang lalu, terintergrasi tiga kegiatan meliputi, Posyandu, Pos PAUD dan BKB. Tujuan dari pendampingan ini adalah untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan Taman Posyandu yang dilakukan oleh kader pendamping dengan cara memantau penyelenggaraan, membina, memonitor dan  mengevaluasi kegiatan pelaksanaan Taman Posyandu di suatu wilayah kecamatan,” tuturnya.

Evaluasi Taman Posyandu di Aula Dinkes Kabupaten Blitar. (Foto By : Anton)

Dijelaskan Yuli, perlunya pendampingan karena hal ini sebenarnya bukan merupakan barang baru, maka kalau dari jumlah yang ada di Kabupaten Blitar sebanyak 312 Taman Posyandu dengan sasaran 40 hingga 70 anak. “ Kami yang di Kabupaten Blitar setiap bulan harus berkunjung ke Taman Posyandu tidak memungkinkan. Maka kami merekrut tenaga pendamping yang berasal dari kader yang didesanya sudah ada Posyandunya. Supaya dapat mengontrol ke tiga kegiatan ini bisa menjadi berjalan dengan baik. Taman Posyandu ini merupakan progam khusus di Jawa Timur sedang Program nasionalmya dinamakan Posyandu Holistik,” jelasnya.

Yuli Susilowati sebagai Kasi Promkes Dinkes Kabupaten Blitar saat memberi arahan kepada kader pendamping Taman Posyandu. (Foto By : Anton)

Adapun sasaran dari Taman Posyandu ini lanjut Yuli, tak beda dengan Posyandu, hanya bedanya Posyandu melayani 5 kegiatan muaranya kesehatan. Ketika pulang yang diketahui hanya bagaimana anaknya sehat atau tidak. Sedang Taman Posyandu, selain mengetahui kesehatan ketika pulang bisa diketahui perkembangannya. Orang tuanya dilatih untuk bagaimana mendidik anak sesuai dengan karakter anak sejak dini.

Sedang BKB untuk menambah pengetahuan orangtua balita bisa menguasai mendidik, mengetahui katrakter anaknya sejak dini. Kalau PAUD bertujuan bagaimana anak anak ini bisa memahami secara riil sejak dini. Pembelajaran harus benar benar membawa benda sesuai diucapkan. Contoh, anak ini pulpen warna pink saat menyampaikan juga harus riil. Sehingga anak usia dini bisa memahami,” paparnya.

“ Jadi keluar dari Taman Posyandu, nanti tidak hanya mengetahui kesehatan melainkan orangtuanya mendapat bonus untuk mendidik anak sebaik mungkin dan anaknya sendiri mendapat pengetahuan riil sejak dini.

Untuk diketahui pembina Taman Posyandu PAUD dari Dinas Pendidikan, sedang BKB Pembinanya dari PPKB dan untuk Posyandu pembinanya dari Dinas Kesehatan. Karena pembina Taman Posyandu ada 4 yaitu Dinas Kesehatan, PPKB, Dinas pendidikan dan PKK. Karena yang memiliki semua ini adalah ruangnya dari kader PKK,” pungkas Yuli. (Anton)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Exiting Little Pharma | VHS MIDNIGHT STYLE | Cyber Dream Records where can u buy steroids can you really buy anabolic steroids online, buy dianabol blue hearts uk - heroes past and present HSA warns about 2 'health' products that contain steroids, dangerous steroids usa online 'pharma bro' martin shkreli denied release from prison to work on coronavirus cure