Tiga Kali Sidang Ditunda, Kuasa Hukum Terdakwa Kecewa

detikcyber.com, BLITAR –Sidang lanjutan perkara narkotika nomor perkara 314/Pid.Sus/2018/PN.Blt yang digelar di Pengadlan Negeri Blitar dengan terdakwa David Hermawan alias Kasisi Bin Herwinto tertunda lagi. Untuk ke tiga kalinya saksi mangkir dalam persidangan yang digelar pada Kamis (3/10/2018).

Kuasa Hukum terdakwa, Suhadi SH.MHum.(Foto by Anton)

Sebelumnya pada sidang ke dua dengan agenda pembacaan surat dakwaaan saksi juga tidak hadir. Tertundanya sidang hingga tiga kali ini dinilai mengecewakan kuasa hukum terdakwa, Suhadi SH,M.Hum dengan alasan yang disampaikan Jaksa Penuntut Umum (JPU) bahwa saksi sedang ada keperluan dinas.

“Menurut Suhadi SH, hal ini sangat kami sayangkan sebagai kuasa hukum terdakwa, karena sesuai dengan azas peradilan pidana itu sederhana, cepat dan biaya ringan. Kalau Ini sudah tidak sederhana lagi dan tidak cepat lagi, Karena ini terkait pidana biaya juga dikeluarkan oleh Negara.,”ungkapnya.

Lebih lanjut Suhadi SH mengatakan, ada yang lebih prinsip lagi dalam hal persidangan tindak pidana, selain sederhana, cepat dan biaya ringan adalah hak segera mendapat proses hukum yang benar. Menurut kami sangat disayangkan terdakwa ini tidak ditunaikan dengan baik hak segera mendapatkan putusan dari hasil pemeriksaannya,” tandas Suhadi.

Kasi Pidum Kejaksaan Negeri Blitar Supomo SH. (Foto by Anton)

Terpisah menanggapi perihal tersebut saat dikonfirmasi detikcyber.com Jaksa Penuntut Umum (JPU) melalui Kasi Pidum Kejaksaan Negeri Blitar, Supomo SH menyampaikan, kalau ada sesuatu hal saksi tidak bisa hadir dengan alasan yang bisa dipertanggungjawabkan, maka kewenangannya akan memanggil lagi. Mangkirnya saksi dalam persidangan, tidak ada batasannya. Namun bila mangkirnya saksi dikarenakan alasan yang tak jelas maka dapat dilakukan pemanggilan secara paksa. Sepanjang itu mangkirnya ada alasan yang bisa dipertanggungjawabkan itu masih bisa ditolerir,” jelasnya.

Seperti diketahui, terdakwa David Hermanto berdasarkan Berita Acara Pemeriksaan Labkrim No.Lab.6544/NNF/2018 tanggal 18 Juli 2018 menyimpulkan, barang bukti nomor : 6132/2018/NNF adalah benar kristal metamfetamina,terdaftar dalam golongan 1 (satu) nomor urut 61 Undang-undang RI No.35 tahun 2009 tentang Narkotika. Atas perbuatan terdakwa diancam pidana dengan pasal 112 ayat 1 Undang-undang RI Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika.

Sementara itu saat dikonfirmas perihal itu, JPU Rr.Hartini SH senada keterangan yang disampaikan oleh Kasi Pidum, Supomo SH. Namun dengan nada agak sewot dalam memberi keterangan mengatakan, wartawan kesannya jangan mencari cari sesuatu dalam pemberitaan,” tegas Hartini. (Anton)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *