Ratusan GTT dan PTT Gelar Demo Turun Ke Jalan, Tuntut Kesejahteraan

detikcyber.com, BLITAR – Aksi demo digelar besar-besaran, kali ini ribuan guru tidak tetap (GTT) dan pengajar tidak tetap (PTT) SD dan SMP Se-kabupaten Blitar turun ke jalan. Mereka mengelar aksi unjuk rasa dan mogok mengajar.

Budi Kusumarjaka Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar.(Foto By Anton)

Aksi ini dilakukan disejumlah Kecamatan Kabupaten Blitar. Seperti di Kecamatan Selopuro, Kanigoro,Wonodadi, Kesamben, Ponggok dan Kecamatan Nglegok.  Di korwil Nglegok sebanyak 200 orang GTT dan PTT melakukan aksi unjuk rasa berorasi di sepanjang jalan Raya Penataran untuk menyampaikan aspirasinya.Dalam orasinya mereka menuntut pemerintah memberikan kesejahteraan, pasalnya honor yang diterimanya hanya Rp.150 ribu perbulan.

Salah satu peserta aksi demo yang enggan disebut jati dirinya mengatakan, honor yang saat ini diterimanya hanya Rp 150 ribu perbulan. Dengan jumlah honor tersebut, dirinya tidak mampu untuk memenuhi kebutuhan hidup. “Jika dirinci, hanya cukup memenuhi kebutuhan selama tiga hari saja. Untuk itu kami meminta pemerintah memberikan honor sesuai UMK,” keluhnya, senin (23/9/2018).

Selain itu, mereka minta Pemkab Blitar membuat kontrak kerja pada pengajar non ASN, Meski tidak diangkat menjadi ASN. Bahkan mereka berharap ada jaminan kesejahteraan bagi GTT dan PTT.

Sementara itu, Budi Kusumarjaka Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar saat dikonfirmasi Senin (24/9/2018), pihaknya menghimbau agar mereka tidak berlama-lama melakukan aksi mogok mengajar. Jika sudah selesai dengan aksi unjuk rasa mereka dihimbau untuk kembali lagi ke sekolah tempat mereka mengajar.  Karena dengan adanya aksi mogok mengajar ini otomatis menganggu kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah yang ditinggalkan,” jelas Budi.

Budi juga berjanji, aspirasi para guru honorer ini akan disampaikan kepada bupati Blitar. Sehingga bupati bisa menyampaikan aspirasi mereka kepada pemerintah pusat. Budi mengakui keberadaan guru honorer selama ini cukup membantu kekurangan tenaga pendidik di Kabupaten Blitar. Apalagi dalam rekrutmen CPNS 2018 Kabupaten Blitar hanya mendapat kuota 170 tenaga guru.

Keberadaan guru honorer sangat membantu. Apalagi kita kekurangan sekitar 3.000 tenaga pendidik. Kekurangan ini akan ditambah dengan jumlah guru yang pensiun di tahun 2019. Dengan jatah yang hanya 170 kita bisa lumpuh kalau tidak ada guru honorer,” pungkasnya. (Anton)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *