Bupati Tulungagung Syahri Mulyo Tetap Dilantik Hingga Nasib Statusnya

detikcyber.com, JAKARTA – Tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sekaligus Bupati Tulungagung terpilih, Syahri Mulyo, menurut rencana akan dilantik di Gedung Kementerian Dalam Negeri di Jakarta pada tanggal 25 September 2018. Syahri yang ditetapkan menjadi tersangka 19 hari menjelang coblosan Pilkada serentak pada 27 Juni 2018 lalu.

Namun faktanya, Syahri saat ini telah berstatus sebagai tahanan KPK dalam kasus korupsi sejumlah proyek infrastruktur di Tulungagung. Pelantikan Syahri terpaksa tidak dilakukan di Gedung Negara Grahadi, Jawa Timur, bersama sejumlah calon kepala daerah lainnya. Syahri akan dilantik di Jakarta, tepatnya di Gedung Kemendagri bukan di Gedung Grahadi, tapi di kantor Kemendagri, sesuai arahan KPK

Menurut Sukarwo, salah satu alasan tidak melantik Syahri di Jawa Timur adalah terbentur masalah dana pengamanan. Menurut Soekarwo, biaya pengamanan tahanan dari Jakarta ke Jawa Timur sangat mahal ,” katanya jumat (21/9/2018).

Seperti dikabarkan, pasangan Syahri Mulyo dan Maryoto Birowo adalah pasangan Bupati dan Wakil Bupati Tulungagung yang diusung PDIP dan Partai Nasdem memenangkan pilkada dari rivalnya Margiono-Eko Prisdianto. Pasangan Syahri Mulyo dan Maryoto Wibowo dengan nomor urut 2 itu unggul jauh dengan mendapat 59,8 persen suara atau mengantongi 355.966 suara. Sedangkan pasangan Mardiko dengan nomor urut 1 memperoleh 40,2 persen atau hanya 238.996 suara.Namun sebelumnya terkena OTT oleh KPK bersamaan dengan Walikota Blitar Muh Samanhudi Anwar.

Meski tetap dilantik, namun status Syahri Mulyo sebagai kepala daerah baru akan dicabut saat kasusnya sudah berkekuatan hukum tetap. Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo Jumat (29/6/2018), kalau Syahri Mulyo diputus bersalah nanti dicabut kembali sebagai jabatan bupati,” katanya. (Adi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *