Mengaku Polisi, Paksa Pasangan Remaja Berhubungan Intim Dan Ikut Mencabuli

detikcyber.com, DEMAK – Ingin berbuat bejat dengan cara menumpang kesalahan orang, inilah akal bulus yang dilakukan oleh pelaku. Matrodi (33) merupakan warga Dusun Bertahan Kulon, Kecamatan Wedung, Kabupaten Demak yang mengaku sebagai anggota Polda Jateng, mengancam dan kemudian mencabuli BPW (16) warga Semarang.

Aksi bejat itu berawal ketika dirinya sedang bermain di sebuah warnet yang berada di daerah Pedurungan Semarang. Matrodi melihat pasangan remaja sedang berbuat mesum dalam bilik warnet. Kemudian, mendatangi pasangan remaja itu dan mengancam akan melaporkan ke Polisi. Matrodi lantas meminta pasangan remaja itu keluar bilik dan ikut bersamanya. Pelaku

“Saya suruh bonceng gadis itu, yang pria mengikuti di belakang,” ujarnya.

Sesampainya di perkebunan Desa Waru Kecamatan Mranggen, pelaku tiba-tiba memaksa kedua pasangan remaja itu untuk melakukan hubungan intim lagi dengan disaksikan pelaku. “Saya bilang anggota Polda Jateng, saya ancam, kalau tidak mau akan saya tembak, pistol saya di jok motor,” gertak pelaku.

Kompol Ibnu Bagus Santoso Wakapolres Demak saat dikonfirmasi mengatakan, modus pelaku mengaku sebagai anggota polisi yang mengetahui bahwa kedua korban berbuat mesum di bilik warnet. Merasa takut korban menuruti permintaan pelaku.Korban disuruh melakukan hubungan intim. Tak hanya itu, usai melakukan hubungan intim, pelaku juga ikut mencabuli gadis tersebut,” terang Ibnu Bagus .

Tak terima, akhirnya korban melapor ke Polres Demak. Berdasarkan laporan tersebut, jajaran Reskrim Polres Demak melakukan penyelidikan. “Dengan plat nomor motor sebelumnya sudah difoto oleh korban pria, pelaku berhasil kami ringkus,” tandas Ibnu Bagus.

Pelaku dijerat pasal berlapis, yakni 368 KUHP tentang pengancaman dan pasal 287 KUHP tentang pencabulan anak di bawah umur dengan ancaman 15 tahun penjara. (Eko)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *