Sejak Dua Tahun, Pelajar SD di Blitar Diperkosa 8 Orang

detikcyber.com, BLITAR – Seorang pelajar yang duduk dibangku kelas 5 SD di Kabupaten Blitar telah menjadi korban kebiadaban nafsu seksual. Bocah masih berbau kencur itu diperkosa selama lima hari oleh delapan lelaki.

Kejadian ini baru terungkap korban dilaporkan hilang oleh keluarganya ke pamong desa. Oleh pamong desa, laporan ini diteruskan ke polisi. Korban yang masih berusia 11 tahun tidak pulang ke rumah selama lima hari.

Kasatreskrim Polresta Blitar AKP Hery Sugiono didampingi Kasubag Humas Polresta Blitar Ipda Samsul Anwar di Mapolresta Blitar saat dikonfirmasi, Kamis (6/2018) menerangkan, kami melakukan penyelidikan dan berhasil menemukan korban di rumah salah seorang pelaku di wilayah Udanawu. Setelah itu, baru korban bercerita telah diperkosa oleh delapan pemuda,” jelasnya..

Selanjutnya Polisi berhasil menangkap para pelaku diantaranya, Subakti (30) warga Kecamatan Ponggok dan Mustajab (23) merupakan warga Kecamatan Srengat. Sedangkan enam pelaku lainnya, di antaranya Solikin, Doni, Paidi dan Jarni (pemilik rumah) sudah kabur dan saat ini menjadi DPO Polresta Blitar.

Dari hasil penyelidikan polisi, sejak dua tahun lalu korban pernah diperkosa lebih dari dua lelaki dalam waktu bersamaan.

Masih menurut Samsul, mulanya korban minta tolong Mustajab untuk diketemukan dengan Solikin. Karena HP-nya disita orang tuanya. Mustajab bersedia mengantar ke Solikin dengan syarat korban mau diajak berhubungan intim. Korban kemudian dibawa ke rumah Jarni,” terangnya.

Usai melampiaskan syahwatnya, Mustajab kemudian juga mengajak beberapa teman lainnya. Di bawah pengaruh miras, mereka ikut memperkosa korban secara bergiliran. “Korban kami beri minuman keras dulu.,” akunya Mustajab.

Korban saat ditemukan berada di rumah kosong milik Jarni dalam kondisi trauma karena Jarni tinggal di rumahnya yang lain. Kisah korban bisa sampai di rumah itu karena ditipu oleh Mustajab.

Mustajab juga mengaku mengenal korban sejak tahun 2016 lalu. Selain dengan Solikin, korban juga kerap diperkosa oleh beberapa pemuda. Bahkan Subakti mengaku sudah melakukan hubungan badan dengan korban sebanyak 10 kali dalam rentang waktu dua tahun itu.

Akibat perbuatannya, pelaku dijerat dengan pasal tindak pidana persetubuhan terhadap anak sebagaimana dimaksud dalam pasal 81 ayat 1,2 UU RI no 17 tahun 2016,

Dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara. (Anton

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *