Pembangunan Rabat Cor Beton Mengelupas, Tinggal Menunggu Hancur

detikcyber. Com, Blitar-Pembangunan rabat cor beton sepanjang 300 meter yang berlokasi di Rt4 Rw 5 Desa Pandanarum kecamatan Sutojayan Kabupaten Blitar kini kondisinya memprihatinkan. Pasalnya, proyek Banprov tahun anggaran 2018 itu baru dibangun tiga bulan, aspalnya sudah tampak mengelupas dan tinggal menunggu kehancuran.

Begini kondisi cor rabat beton yang aspalnya sudah mengelupas

Penggunaan dana Banprov untuk pembangunan rabat cor beton desa tersebut diduga pengerjaannya hanya asal asalan untuk sekedar menyerap anggaran saja. Patut dipertanyakan kualitasnya dan kuat dugaan pembangunan rabat cor tersebut dibangun tidak sesuai speck. Akibat mengelupasnya aspal tersebut mendapat sorotan dari masyarakat. Salah satunya HR (40) merupakan warga setempat saat dikonfirmasi dirumahnya, selasa (14/8).

Menurut HR, proyek itu anggarannya mendapat bantuan dari Provinsi tahun anggaran 2018 melalui Pokmas (kelompok masyarakat)  untuk pekerjaan rabat cor.

Lebih lanjut HR yang ketika itu terlibat langsung dalam pengerjaannya menambahkan bahwa pembangunannya baru selesai dikerjakan tiga bulan yang lalu dan faktanya sudah mengelupas aspalnya,” katanya.

Selain itu HR mengeklaim ketika dimulai pelaksanaan pekerjaan hingga selesai sengaja tidak terpasang papan nama proyek. Kondisi seperti itu membuktikan bahwa pekerjaan tersebut tidak transparan sengaja ada yang disembunyikan alias proyek siluman. Padahal masyarakat harus tahu jenis pekerjaan dan berapa besar nilai bantuan serta dari mana bantuan itu. Bahkan masyarakat berhak untuk mengawasinya,”pungkasnya.

Disisi lain jika mengacu regulasi secara implisit maupun eksplisit mengatur tentang kewajiban pemasangan papan nama proyek dilokasi sudah jelas. Dalam Peraturan Presiden (Perpres)  No. 54 Tahun 2010 mengatur pekerjaan fisik non fisik yang dibiayai Pemerintah wajib memasang papan nama proyek. Yang isinya memuat jenis kegiatan, lokasi proyek,  waktu pelaksanaan, nilai kontrak dan jangka waktu. Selain itu juga tertera dalam Undang-undang No. 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, karena masyarakat berhak mengetahui dan mengawasinya.  (Anton)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *