Pasca OTT Suap KPK Geledah Dua Lokasi Di Tulungagung Dan Blitar

detik.cyber.com, JakartaBuntut dari Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Kota Blitar dan Kabupaten Tulungagung, Febri Diansyah juru Bicara KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi)  mengatakan, penyidik kembali melakukan penggeledahan di dua lokasi tersebut. Ini merupakan lanjutan penyidikan atas Bupati Tulungagung nonaktif Syahri Mulyo dan Wali Kota Blitar Samanhudi Anwar yang telah ditetapkan oleh KPK sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap pengadaan barang dan jasa.

Menurut Febri Diansyah juru bicara KPK, bahwa penggeledahan dilakukan di rumah Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah Kabupaten Tulungagung, yaitu Hendry Setiawan dan di rumah staf Unit Layanan Pengadaan Kabupaten Tulungagung. “Di dua tempat itu penyidikan melakukan penggeledahan,” kata Febri di Gedung KPK pada Kamis malam, 19 Juli 2018 kemarin.

Lembaga anti rasuah KPK menduga Bupati Tulungagung non aktif Syahri Mulyo menerima suap sebesar Rp 1 miliar dari pengusaha bernama Susilo Prabowo alis Mbun. Selain itu KPK juga menduga pemberian itu berhubungan dengan fee proyek infrastruktur peningkatan jalan di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Tulungagung.

Terkait Walikota Blitar Samanhudi Anwar disinyalir menerima suap Rp 1,5 miliar juga dari Susilo Prabowo terkait proyek pembangunan sekolah lanjutan pertama (SMPN 3) Blitar dengan nilai kontrak sebesar Rp 23 miliar. KPK menduga fee bagian dari 8 persen yang menjadi jatah untuk Wali Kota dari total fee 10 persen yang disepakati dengan PT MODERNA TEKHNIK.

Tim penyidik KPK mendatangi rumah Hendry Setyawan di Jalan Ahmad Yani Timur, Kelurahan Kampung dalem, Kota Tulungagung sekitar pukul 15.00 WIB, tiga unit mobil tim penyidik KPK datang. Penyidik terlihat memeriksa 4 mobil Hendry yang parker di garasi. Kendaraan itu adalah Toyota Alphard, Chevrolet Captiva dan dua Suzuki Swift warna perak dan ungu.

Menurut AKBPTofik Sukendar Kapolres Tulungagung, penyidik KPK yang datang lebih dari 10 orang dan dibagi dalam dua tim.Rencananya tim KPK berada Tulungagung selama dua sampai tiga hari. Mereka meminta bantuan pengamanan dalam penyidikan tersebut. “Ada tujuh sampai delapan titik yang akan diperiksa KPK,” terang Tofik.

Beberapa lokasi yang menjadi sasaran penggeledahan adalah kantor BPKAD di kompleks Pemerintahan Kabupaten Tulungagung, dan rumah koordinator Unit Layanan Pengadaan, rumah Kepala Bidang Tata Ruang Evi Purwitasari di Kelurahan Kepatihan. Penggeledahan berlangsung hingga pukul 20.00 WIB.”Pemeriksaan akan dilanjutkan Jumat (hari ini, 20 Juli 2018) dengan sasaran beberapa titik,” kata Kasatreskrim Polres Tulungagung AKP Mustijat Priambodo yang ikut mengawal proses penggeledahan.

Sementara itu di rumah Evi, tim KPK membawa satu buah koper besar dan satu tas ransel yang langsung dimasukkan ke dalam bagasi mobil jenis minibus yang mereka bawa. Di dalam tas tersebut diduga sejumlah barang bukti terkait kasus bupati. Di kantor BPKAD menyebutkan, petugas KPK sempat memeriksa lebih dari lima ruangan di kantor Hendry. Datang sekitar pukul 13.30 WIB, tim KPK keluar sekitar 18.50 WIB dengan membawa dua unit koper besar, satu tas ransel dan satu kardus bekas ukuran sedang. (Syaiful)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *