TERKAIT PENUTUPAN PT GREENFIELD WABUP BLITAR HANYA LIPS SERVICE

detikcyber.com,BLITAR – Dalam sidak rombongan Wakil Bupati Blitar Rahmad Santoso,Komisi III DPRD Kabupaten Blitar serta Dinas terkait ke lokasi pembuangan limbah PT.Greenfields Indonesia, Kamis (29/7/2021).

Wabup Blitar Rahmad sempat berang dan selanjutnya Rahmad Santoso mengecam dan akan serius menutup PT Greenfields Farm 2 bila tidak mengindahkan surat peringatan ke III yang sudah dikirimkan ke PT GREENFIELDS INDONESIA.

Ancaman akan menutup PT.Greenfields Indonesia Farm 2 ini hanya lips service saja ujar Joko Wiyono atau akrab dipanggil Joko Belor Ketua Ormas Gerakan Anak Nasional (GANNAS) Kabupaten Blitar saat diwawancara di kediamannya di Wlingi Blitar.

Joko sangat kecewa dengan Wabup Blitar Rahmad dengan pernyataannya di media masa yang akan menutup PT.Greenfields Indonesi farm 2 sampai saat ini belum terlapsana. ” Saya selaku ketua Ormas GANNAS sangat kecewa dengan Wabup Blitar yang mengatakan bahwa akan menutup PT Greenfields termasuk sudah mengeluarkan surat peringatan satu,dua dan tiga, tapi ternyata sampai hari ini tidak ada tindakan riil sejak dikeluarkan SP III tanggal 9 bulan kemarin.” Jelasnya.

Bahkan Joko mengatakan bahwa apa yang dikatakan Wabup Rahmad ini sama saja dengan yang dilakukan oleh penguasa yang lalu sejak tahun 2018 tidak ada tindakan.

Joko Wiyono Ketua Gannas

” Jadi sesuai data yang saya punya bahwa itu sudah meresap ke mata air terkontaminasi limbah dan saya sudah seringkali berkata di medsos bahwasanya beliau hanya lips service saja atau benar benar untuk melakukan tindakan riil.

Saya yakin pemerintah Kabupaten Blitar hanya bermodal UU 32 tahun 2009 pasal 98 ayat 1,2 cukup untuk menutup Greenfields yang tidak berkomitmen sampai hari ini mulai tahun 2018 sampai tahun 2021, empat tahun masa yang lama dan kita sudah diam.Akankah ini hanya lieps service semata seperti penguasa yang lalu atau hanya mencari sensasi menaikan grade saja.” Tegas Joko.

Joko Berharap semua ini dapat didengar oleh Kementrian lingkungan hidup juga Presiden ” Pemerintah pusat saya harap mendengar ini khususnya di Kementerian Lingkungan Hidup, kalau WALHI turun DPRD kabupaten dan propinsi turun nol besar semoga ini didengar oleh kementerian lingkungan hidup, bila perlu pak Presiden mendengarkan keluhan masyarakat kabupaten Blitar, PT.Greenfields yang notabene PMA tidak memberikan apapun, CSR pun juga tidak jelas, pemasukan di kabupaten Blitar juga tidak jelas, yang jelas cuma mereka memberikan wisata telek, arung jeram telek dan telek dan telek”. Geram Joko.

Saat ini, peternakan Greenfields memiliki lebih dari 16,000 ekor sapi Holstein & Jersey yang menghasilkan lebih dari 20 juta liter susu murni setiap tahunnya, dimana lebih dari 50% hasil produksi PT Greenfields Indonesia dipasarkan di Singapura, Malaysia, Hong Kong, Phillipina dan berbagai negara asia tenggara lainnya. Namun saat ini akibat pembuangan limbah yang diduga mencemari lingkungan menuai kecaman dari berbagai pihak.
(tim/VDZ)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *