Tersangka Pengrusakan Di Mojogedang Karanganyar, Melalui Kuasa Hukum Resmi Praperadilankan Polisi

detikcyber.com, Karanganyar – Masih ingat dan masih terngiang ditelinga kasus pengerusakan rumah dan penganiayaan di Dusun Dersono, Mojogedang, Karanganyar yang berawal dari sebuah postingan diunggah seorang pemuda berinisial DT (20) ke Media Sosial. Ya, kasus tersebut saat ini memasuki babak baru.

Kuasa hukum dari Lembaga Bantuan Hukum Perguruan Silat Setia Hati Teratai (PSHT) Karanganyar, keenam orang diduga sebagai pelaku pengerusakan dan penganiyaan yang saat ini sudah ditahan oleh penyidik, secara resmi mendaftarkan pra peradilan Karanganyar ke pihak Pengadilan Negeri (PN) setempat.

Melalui tanda terima nomer nomer 02/pid.pra/2021/pn.krg, pihak Pengadilan Negeri menerima pendaftaran pra peradilan yang didaftarkan Rudy Hartono SH MH, Dwi Prasetyo Wibowo SH, Sarif Kurniawan SH, kuasa hukum keenam orang terduga pelaku pengerusakan dan penganiyaan.

Pada wartawan, mengatakan pihaknya mempraperadilankan Polres Karanganyar dikarenakan surat yang diajukan pihaknya untuk mempertanyakan perpanjangan masa tahanan dan perubahan pasal, tak mendapatkan respon dari pihak penyidik.

“Karena tak mendapatkan jawaban dari pihak penyidik, maka kami mendaftarkan gugatan pra peradilan ke pihak PN. Kami ingin menguji keputusan penyidik terhadap keputusan memperpanjang dan merubah pasal di pengadilan,”papar Dwi Prasetyo Wibowo disela pendaftaran ke PN Karanganyar, Rabu (21/7/2021).

Menurut Dwi, perubahan pasal itu hanya bisa dilakukan bila ada permintaan jaksa saat di persidangan. Bukan oleh polisi.

“Awalnya enam orang itu ditahan atas pasal 170 ayat (1) KUHP tentang penganiayaan dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun. Namun secara sepihak pasal dirubah penyidik dengan pengenaan pasal 170 ayat (2) KUHP dengan tuduhan penganiayaan yang mengakibatkan luka berat dengan ancaman hukuman maksimal 9 tahun,” Jelasnya.

Secara otomatis penyidik bisa melakukan perpanjangan penahanan sampai 3 x 20 hari. Perpanjangan masa tahanan ini dikarenakan penyidik tak bisa menyelesaikan penyidikan perkara dalam masa penahanan 2 x 20 hari.

“Inikan merugikan tersangka. Dikarenakan penyidik tak bisa menyelesaikan masa penyidikan dalam masa tahanan 2×20 hari, terus dirubah pasal tuduhan dan memperpanjang penahanan sampai 3×20 hari para tersangka,”jelasnya.

Menurut Dwi, pihaknya memiliki sejumlah barang bukti melumpuhkan argumen polisi.

Termasuk pertemuan keenam terduga di Polsek Mojogedang dengan seorang pemuda berinisial DT, yang ketahuan memasang yang dianggap merugikan PSHT.

Permohonan maaf DT direkam oleh salah seorang tersangka. Kemudian luka yang diderita warga hanya terserempet batu yang dilempar enam pemuda itu dan hanya luka kecil di kening.

Tidak luka berat. Sehingga tidak ada alasan polisi mengenakan pasal 170 ayat (2) tentang penganiayaan mengakibatkan luka berat.

Atas peristiwa dan kasus itu, penasihat hukum sudah melaporkan sampai Direktur Umum Reskrim Polda Jateng, serta Kasat Reskrim Polres Karanganyar.

“Yang justru mendapatkan jawaban, silahkan mempraperadilankan polisi dan nanti adu argumen dan bukti di pengadilan. Yang jelas gugatan praperadilan ke Polres Karanganyar itu sudah masuk ke Pengadilan Negeri Karanganyar,” terangnya.

Wartawan : Dawam mashuri

Editor : Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *