Dua Warga Perumahan Terkonfirmasi Covid -19, Sekda Minta Satgas Lakukan Evakuasi

detikcyber.com, Sukoharjo – Belakangan ini penyebaran virus Corona masih saja terjadi. Dua orang warga Perum Paradise Garden RT II RW V Desa Singopuran Kecamatan Kartosuro Kabupaten Sukoharjo Jawa Tengah terkonfirmasi Covid -19.

Berawal ketika seorang nenek usia 85 tahun memeriksakan memanggil klinik soal keluhan sakitnya, namun setelah melakukan cek atas inisiatif sendiri / tes mandiri dinyatakan terkonfirmasi Covid -19.

Satu wanita lagi yang tinggal serumah merupakan tamu dari jakarta juga terkonfirmasi Covid -19. Mereka melakukan isolasi mandiri dirumah.

Anehnya, warga sekitar perumahan tersebut satupun tidak ada pemberitahuan dari pihak berkompeten soal warganya terkonfirmasi Covid -19.

Salah seorang warga perumahan setempat yang enggan disebut namanya mengatskan dirinya tidak tahu kalau tetangga dekatnya itu terkonfirmasi Covid-19.

Sekretaris Satgas Covid -19 Kabupaten Sukoharjo yang juga Sekda, Widodo SH MH saat dikonfirmasi perihal tersebut Jumat, (18/7) mengatakan sudah terbentuk Satgas desa dan Jogotonggo. Seharusnya Satgas Jogotonggo yang mengetahui lebih awal dan melaporkan ke pihak satgas desa diteruskan ke satgas kecamatan dan ke satgas kabupaten.

Namun jika test swab dilakukan di luar kabupaten Sukoharjo, biasanya pemberitahuan ke DKK Kabupaten Sukoharjo.

Atas kasus Covid 19 tersebut pihaknya segera mengambil langkah koordinasi dengan Puskesmas, Camat dan DInas Kesehatan.

” Kita melakukan kerjasama dengan RS Mercy UNS untuk melakukan isolasi dan biayanya ditanggung oleh APBD kabupaten Sukoharjo,” terang Widodo.

Selain itu, Satgas Desa maupun Satgas Jogotonggo harus optimal segera melakukan evakuasi terhadap yang terkonfirmasi Covid-19,” tegasnya.

Terpisah Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sukoharjo, dr Yunia Wahdiyati saat dikonfirmasi terkait dua orang warga perum paradise garden Singopuran menyampaikan mohon maaf untuk kasus yang ini, saya belum dapat informasinya. Kami juga memang mendapat data tetapi apakah mereka tinggalnya diperumahan mana pihaknya sedang masih klarifikasi dengan puskesmas dan puskesmas baru memberikan data sedikit dan belum lengkap serta masih dicari, Jumat (18/7). Jadi belum bisa memberikan statement lebih lanjut, terangnya

Lebih lanjut Yunia menambahkan untuk kasus Covid-19 ini, sampai dengan saat sekarang itu gejalanya banyak yang tidak khas, apalagi akhir-akhir ini.

Gejalanya itu tumpang tindih seperti penyakit lainnya. Jadi kadang-kadang pasien datang ke rumah sakit dengan keluhan-keluhan misalnya nyeri kepala, nyeri perut, tidak seperti gejala Covid -19 sebelumnya. Sehingga pasien dilakukan pemeriksaan penunjang baik melalui Rapid Test Antigen ataupun PCR dan itu memerlukan beberapa waktu,” jelasnya.

Yunia menerangkan terkait hasilnya cepat atau tidak masing-masing tergantung periksanya dimana dulu. “Ada yang 1 hari jadi, ada juga 7 hari jadi hasilnya. Terkadang pasien melakukan pemeriksaan mandiri dan hasilnya tidak melapor ke puskesmas, seolah olah kita tidak ada tindakan apa apa,” pungkasnya.

Pantauan detikcyber.com di lokasi hingga sore ini belum ada penyemprotan dirumah sekitar, yang terlihat dari Satgas Desa dan Satgas Jogotonggo memberikan bantuan ke rumah terkonfirmasi Covid -19 akomodasi berupa masker, Vitamin dan makanan.

Berdasarkan data resmi yang diperoleh dari Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sukoharjo, per 17 Juni, total kumulatif kasus Covid-19 di Kota Makmur sebanyak 6.746. Perinciannya, 479 meninggal, 5.909 sembuh dan selesai isolasi, 150 menjalani rawat inap, 207 isolasi mandiri dan 1 isolasi terpusat. (TIM)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *