LSM GAKI Menyoal Pameran Bonsai Nasional, Minta Dibatalkan

detikcyber.com, Sukoharjo – Ketua Umum DPN LSM GAKI ( Gerakan Anti Korupsi Independent ) Didik Rudiyanto SH MH di Kabupaten Sukoharjo menyoal rencana Pameran dan Kontes Bonsai Nasional Madya 2021 yang akan digelar di Alun-alun Satya Negara.

Rencananya, kontes bonsai tersebut akan digelar mulai Rabu (2/6/2021) hingga 14 Juni mendatang. Sebuah spanduk berukuran besar juga sudah terpasang di Alun-alun. Selain itu di alun-alun juga sudah ditata sedemikian rupa untuk persiapan menggelar pameran Bonsai.

Terkait hal itu, Ketua Umum DPN LSM GAKI , Didik Rudiyanto SH MH dalam rilisnya yang dikirim ke redaksi detikcyber.com menyoal kegiatan tersebut. Apalagi kegiatan itu berskala nasional digelar di tengah pandemi Covid-19. “Apakah ini tidak menyiderai rakyat? Hajatan saja dibatasi bahkan instruksi Kapolda Jateng juga melarangnya” ujar Didik.

Disamping itu, lanjut Didik, para penghobi bonsai itu berasal dari berbagai daerah. Pasti mereka akan hadir ke Sukoharjo untuk melihat. Padahal kita tidak tahu apakah mereka para peserta maupun pengunjung positif corona atau tidak ?” tegasnya.

Menurutnya, pemerintah mengambil risiko besar jika mengizinkan Pameran Bonsai berskala Nasional digelar di Alun alun Sukoharjo. Sebab kegiatan itu berpotensi akan menimbulkan kerumunan. Hal itu berbahaya,” ungkap Didik.

Didik meminta ketegasan aparat Kepolisian, Bupati dan Satgas Covid – 19 dalam rangka penanganan kerumunan. Seperti pameran bonsai nasional itu, ditakutkan muncul klaster baru. Aparat jangan tebang pilih dalam penanganan Covid -19,” tandasnya.

Didik meminta agar kegiatan tersebut dibatalkan. Pasalnya, kegiatan tersebut justru melukai rakyat dan bukti ketidak konsistenan pemerintah dalam menekan penyebaran Covid 19. Terlepas siapapun yang memberikan izin, kami minta dibatalkan,” tegasnya.

Terpisah Ketua Panitia Penyelenggara Pameran bonsai nasional, Mario saat dihubungi melalui ponselnya mengatakan, kalau pameran bonsai itu 3 bulan sebelumnya sudah dishare ke media ( untuk persiapan bonsainya). Proses kegiatan panitia berlanjut terus. Misal sudah dekat tidak diperbolehkan , ” Ya batal kita terima,” katanya, (1/6/21).

Mario menambahkan, Pendaftaran biasa pada hari H pada penerimaan bonsai tidak ada pembayaran awal ,” terangnya.

Menurutnya, kalau ijin secara tertulis baru ijin penggunaan Alun alun sebagaimana sesuai jadwal di pamflet. Dan ditambah surat pernyataan yang diketahui oleh Instansi pembina organisasi kami.

Bukan itu saja, pihaknya juga sudah paparan panitia. “Kita sudah membuat pernyataan kesanggupan untuk mengikuti prosedur dan mengedepankan prokes. Ini juga sudah dibicarakan ditingkat Muspida. Meski demikian, Kita lihat nanti kalau memang menimbulkan kerumunan, kita bubarkan,” pungkasnya.

Wartawan : Nanang Nugroho

Editor : Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *