Yayasan Al- Huda Karanganyar Kirim Karangan Bunga Sebagai Dukungan Terhadap Bupati Galang Dana Untuk Palestina

detikcyber.com, Karanganyar – Kontroversi langkah Bupati Karanganyar Drs Juliyatmono MM menerbitkan Surat Edaran atau SE perihal penggalangan dana kemanusiaan untuk Palestina kian meluas. Setelah dikritik oleh Pimpinan DPRD setempat, kini Aksi Umat Islam Karanganyar AUIK memberikan dukungan kepada Bupati.

Sebagai bentuk dukungan tersebut, AUIK mengirim karangan bunga yang bertuliskan mendukung kebijakan Bupati menerbitkan SE guna memerintahkan Organisasi Perangkat Daerah OPD, Camat, Staf Ahli dan BUMD menggalang dana dilingkungan kerja untuk membantu Palestina. Alasan dukungan itu karena kebijakan tersebut tidak menyalahi aturan sebab urusan kemanusiaan adalah universal yang dijunjung tinggi semua bangsa di dunia.

Koordinator AUIK Ustadz Fadlin Ali mengatakan sesuai dengan pembukaan UUD 1945 jelas disebutkan bahwa penjajahan dimuka bumi ini harus segera dihapuskan. Hal itu diperkuat lagi dalam Pancasila yakni perikemanusiaan yang beradab, sedangkan yang terjadi adalah pelanggaran hak-hak kemanusiaan warga Palestina oleh zionis Israel.

Secara rasional dan logika langkah Bupati Karanganyar ini sebuah terobosan maju bahwa membela kemanusiaan itu mulia dan diwujudkan nyata melalui perbuatan penggalangan dana untuk bantuan kemanusiaan,” tandasnya disela aksi pemasangan karangan bunga di Halaman Setda Pemkab Karanganyar, Rabu (19/5/2021). Menurut Ustadz Fadlun Ali, keberpihakan terhadap nilai -nilai kemanusiaan itu mulia sehingga jangan dibuat distorsi atau dipolemikkan dengan narasi masih adanya kemiskinan di Karanganyar.

Soal kemiskinan, lanjut Fadlun Ali, didaerah manapun ada dan pemerintah secara terstruktur melalui anggaran APBD sudah berpikir untuk itu. Belum lagi bantuan dari pemerintah pusat berupa Bansos dan lain sebagainya.

Sedangkan bantuan kemanusiaan untuk Palestina itu tidak setiap hari dilakukan pemerintah, maka sungguh ironi jika saat seorang Bupati mendorong warganya berpartisipasi untuk bantuan kemanusiaan Palestina disoal dan dipertentangkan dengan narasi kemiskinan. ” Kami sangat menyayangkan pola pikir seperti itu karena orang mau berbuat baik saja kok dihambat. Apalagi bantuan itu sukarela dan tidak memakai uang APBD,” ungkapnya.

Untuk itu Fadlun meminta semua warga Karanganyar berpikir luas tidak perlu hanyut dalam drama narasi antara bantuan kemanusiaan Palestina dengan gambaran kemiskinan. Lagi pula secara nasional tingkat kemakmuran di Karanganyar relatif tinggi dibanding jumlah warga miskin.

Mestinya lanjut Fadlin, warga Karanganyar bangga memiliki Bupati yang pola pikirnya maju dan inovatif serta sense terhadap kemanusiaannya tinggi. “Kami sebagai warga Karanganyar bangga dan empati. Serta terinfirasi terhadap pola pikir yang Bupati yang cerdas dan tanggap kemanusiaan seperti Bupati Juliyatmono,” terangnya

sebagai informasi sebelumnya
Wakil Ketua DPRD Karanganyar, Tony Hatmoko SE mengkritik kebijakan Bupati mengeluarkan SE penggalangan dana untuk Palestina itu menyalahi aturan.

Menurut Tony, urusan kebijakan luar negeri adalah murni wewenang pemerintah pusat. Pasalnya ada pertimbangan tertentu mencakup hubungan antar negara sehingga kebijakan luar negeri itu mutlak tidak pernah didelegasikan kepada pemerintah daerah.

Bahkan kritik juga datang dari Ketua DPRD Bagus Selo yang menyarankan sebaiknya penggalangan dana Palestina menggunakan kotak infak spontanitas saja dilingkungan kerja ASN dan bukan menerbitkan SE. Sebab SE itu surat kedinasan birokrasi sehingga kurang pas jika diterbitkan untuk penggalangan dana warga Palestina.

Wartawan : Dawam mashuri

Editor : Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *