Kapolresta Solo : Pospam Mudik Mulai Diberlakukan

detikcyber.com, Solo – Kendaraan berpelat luar kota yang melintas di Kota Solo hari ini diwajibkan membawa surat tugas atau hasil tes swab antigen maupun PCR. Namun jika tidak akan dilakukan tes antigen di posko skrining yang ada di lima titik di batas kota. di Pos Faroka Kerten, exit Tol Klodran, Tugu Makutho Karangasem, Jurug dan Pos Joglo.

Solo bukan merupakan pos penyekatan tapi screening dan 3T (testing, tracing dan treatment). Jika penyekatan diidentifikasi pemudik harus putar balik,” jelas Kapolresta Solo Kombes Ade Safri Simanjuntak , Rabu (28/4/2021).

Ade Safri menambahkan, untuk skrining, bertujuan apakah mereka pemudik atau bukan. Kemudian hasilnya akan didalami apakah pengendara kendaraan itu membawa surat tugas atau tidak.

Lima titik yang berada di batas Kota Solo dijadikan sebagai lokasi pemeriksaan kendaraan diaktifkan mulai hari ini.
“Hasilnya didalami apakah dilengkapi surat tugas, swab antigen atau PCR. Kemudian akan masuk tempat skrining di posko Faroka. Apabila hasilnya non reaktif bisa melanjutkan tugasnya,” terangnya.

Ade Safri mengingatkan saat penerapan larangan mudik mulai tanggal 6-17 Mei, pihaknya akan tetap dilakukan penindakan. Tidak peduli apakah pemudik tersebut membawa hasil tes swab nonreaktif. Meskipun nonreaktif pun akan tetap dibawa ke STP (Solo Techno Park) untuk melakukan karantina selama lima hari,” ungkapnya.

Tetapi jika masa sebelum penindakan ada pemudik atau warga luar Solo yang reaktif maka akan dirujuk ke rumah sakit COVID-19 yang sudah ditunjuk. “Dan di masa ketiga mulai tanggal 18-24 Mei sama nonreaktif bisa melakukan perjalanan. Tetapi, jika reaktif akan dilakukan sesuai prosedur penanganan COVID,” ucapnya.

Dalam pengecekan yang dilakukan didapati ada sejumlah warga luar Solo yang tidak membawa surat tugas maupun hasil swab. Maka, petugas yang bersiaga di posko Faroka melakukan tes antigen untuk memastikan kondisi pengemudi tersebut.

Tadi ada warga Jombang yang ingin berziarah, dilakukan testing di Pospam yang dimaksud. Non reaktif bisa melanjutkan perjalanan, kalau reaktif dilakukan rujukan,” ungkapnya.

Wartawan : Basuki

Editor ::Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *