Polisi Bekuk Warga Jakarta Yang Nekat Edarkan Uang Palsu di Karanganyar

detikcyber.com, KARANGANYAR – Polisi membekuk warga Jakarta yang nekat mengedarkan uang palsu di wilayah Colomadu, Karanganyar, Jawa Tengah.

Pelaku diketahui berinisial IS, warga jalan Warung Jati Barat II No.34, Rt 11, Rw. 09, Kelurahan Kalibata, Kecamatan Pancoran Kota Jakarta Selatan, yang kini menetap disalah satu desa di Kecamatan Colomadu Kabupaten Karanganyar ini nekat membelanjakan uang palsu pecahan Rp 100 ribu dan Rp 50 ribu miliknya.

Terungkapnya kasus ini saat pemilik warung merasa curiga menerima uang dari pelaku saat membeli rokok. Kemudian pemilik warung itu memberitahukan pada temannya. Setelah diteliti, uang yang didapat ternyata palsu. Dan kemudian melaporkannya pada polisi.

Polisi yang mendapatkan laporan itupun langsung melakukan penyelidikan. Dari penyelidikan mengarah pada tersangka IS. Dan akhirnya polisi bergerak cepat membekuk IS saat berada dirumahnya.

Pada polisi, IS mengaku membeli uang palsu secara online pada seseorang berinisial VIN alias LIE (DPO) dengan cara COD di daerah Solo Baru, Kebupaten Sukoharjo, sebanyak Rp. 3.550.000,- dengan harga Rp. 1.600.000,- dengan pecahan Rp. 100.000,- dan Rp. 50.000,-

Selain mengamankan barang bukti uang palsu, polisi menyita barang bukti berupa satu unit mobil Toyota Yaris, 22 ( Dua Puluh Dua ), lembar uang pecahan 100 ribu di duga palsu, dan 27 ( Dua puluh tujuh ) lembar uang pecahan 50 ribu di duga palsu.

Kapolres Karanganyar AKBP Muchammad Syafii Maulla, melalui Kapolsek Colomadu Iptu Imam mengatakan karena melibatkan dua wilayah, maka pihaknya akan berkoordinasi dengan Polres Sukoharjo.

“Karena rentetan kejadian ini juga melibatkan kota sebelah yaitu Kabupaten Sukoharjo, Polsek Colomadu akan melakukan koordinasi dengan Polres Sukoharjo untuk bisa bersama sama membasmi pengedar dan pembuat uang palsu,”papar Imam, Selasa (6/4/2021)

Secara terpisah Kasubbag Humas Polres Karanganyar Iptu Agung Purwoko, meminta agar masyarakat semakin waspada dan berhati hati dalam melakukan transaksi secara tunai.

Kenali ciri-ciri uang asli dan uang yang diduga palsu, apabila menaruh kecurigaan terhadap peredaran uang palsu, segera laporkan kepada petugas Kepolisian terdekat.

“Menjelang Ramadan dan Idul Fitri, disinyalir dimanfaatkan oleh pelaku untuk mengedarkan uang palsu tersebut,” terangnya.

Tersangka sendiri dijerat Pasal 36 ayat (3) UU RI No 7 tahun 2011, tentang Mata uang dan Pasal 245 KUHP. Dimana ancaman hukumannya lebih dari 10 tahun.

Wartawan :Dawam mashuri

Redaksi : Editor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *