Ini Kronologis Lengkap Saat Tim Pengendali Covid-19 Desa Harjosari “Sambangi’ Pelantikan Pengurus wanita  HKTI Karanganyar

detikcyber.com, KARANGANYAR – Jalannya pelantikan Perempuan Tani DPC HKTI Kabupaten Karanganyar di rumah makan makan Dolan Kene, di Desa Harjosari, Karangpandan ‘disambangi’ Ketua Tim Penanggulangan Covid-19 Harjosari yang kebetulan Kepala Desa setempat, Sutarso.

Sebenarnya apa yang melatar belakangi Kades Harjosari Sutarso datang bersama anggota TNI dan Polri termasuk Satpol PP dan Linmas ke lokasi pelantikan pengurus Perempuan DPC HKTI periode 2021-2026 itu terjadi.

Apalagi dalam pelantikan itupun juga dihadiri Ketua DPC HKTI yang kebetulan Wakil Ketua DPRD Anung Marwoko, Kepala Dinas Pariwisata Titis Sri Jawoto dan istri Bupati Karanganyar Siti Khomsiyah sebagai Ibu ketua tim penggerak PKK. Kabupaten Karanganyar

Pada Awalnya, jalannya pelantikan pengurus Perempuan Tani DPC HKTI yang dihadiri langsung Ketua wanita Tani DPD Provinsi Jateng, Nur Faiza, sekira pukul 13.30 WIB berjalan normal.

Tamu undangan, mulai dari Kepala Dinas Pariwisata Titis Sri Jawoto hingga Wakiil Ketua DPRD yang juga Ketua DPC HKTI Karanganyar Anung Marwoko, berdatangan.

Acara baru berjalan 7 menit, sekira pukul 13.47 WIB, mendadak Ketua Tim Satgas Covid-19 Desa Harjosari bersama anggota TNI-POLRI, Satpol PP dan Linmas, tiba dilokasi acara.

Acara pun sempat terhenti sejenak sebelum akhirnya dilanjutkan kembali. Ketua Tim Pengendali Covid-19 yang juga Kepala Desa Harjosari Sutarso mendatangi pembawa acara.

Entah apa yang dibicarakan, sebelum akhirnya Sutarso pun menyela acara tersebut.

“Mohon maaf saya meminta waktu satu menit saja. Saya datang kesini karena saya selaku Ketua Tim Gugus Cepat Penanganan Covid-19 Desa Harjosari,” ungkap Sutarso mengawali pidatonya, Senin (5/4/2021).

“Tadi saya barusan mendapatkan laporan dari masyarakat karena di desa Harjosari ini sangat signifikan perkembangan Covid-19 yang artinya kegiatan-kegiatan yang menyebabkan kerumunan banyak orang, karenanya saya mempunyai hak untuk monitoring.

Apalagi kegiatan ini ada sebuah pelantikan. Cuma ini tidak ada koordinasi dengan pemerintah desa. Seandainya ini ada koordinasi kita akan memberika suport. Karena ini kepentingan para petani, bukan kepentingan secara pribadi.Jadi saya sangat kecewa dan menyesalkan dengan kegiatan seperti ini. Apalagi dihadiri para pejabat. Jadi saya mohon maaf sekali mungkin kedatangan kami ini mengganggu aktifitas panjenengan semuannya yang pada dasarnya mari kita perbaiki semuannya karena ini situasinya kurang bagus, dan besok pengurus HKTI yang ada di kabupaten Karanganyar setiap kegiatan apapun lah, koordinasi ketua gugus tugas Covid-19.masing-masing biar bisa berjalan dengan baik.

Ini sebatas himbauan jangan sampai kegiatan-kegiatan ini terulang kedesa-ddsa yang lain. Cukup untuk memberi pembelajaran iti di desa Harjosari ini. Saya sangat kecewa dengan kegiatan-kegiatan seperti ini,”ungkap Tarso mengakhiri pernyataan kekecewaan di pelantikan Perempuan Tani DPC HKTI.

Usai menyampaikan perasaan kekecewannya, Sutarso pun meninggalkan lokasi acara. Sebelum meninggalkan lokasi acara,

Para pejabat dan unsur DPRD Karanganyar yang juga hadir, tak bisa berkata apa-apa. Mereka hanya diam seribu bahasa saat Sutarso mengungkapkan kekecewaannya.

Diluar, Satpol, TNI dan Polri berseragam lengkap terus memantau mengamankan situasi disaat Ketua Tim Pengendali Covid-19 menyeruak dilokasi pelantikan.

Saat Ketua Tim Pengendali Covid-19 Harjosari, Sutarso, menyatakan kekecewaan terhadap acara pelantikan yang dianggapnya merupakan kerumunan, istri Bupati Karanganyar Siti Khomsiyah tiba di lokasi pelantikan.

Sesaat setelah Ketua Tim Pengendali Covid-19 Harjosari Sutarso menyatakan kekecewaannya terhadap acara pelantikan perempuan Tani HKTI, Sekjen wanita Tani DPD I Jateng, Anna, buru-buru menghampiri Sutarso.

Entah apa yang dibicarakan, antara Seketaris Perempuan Tani DPD Provinsi Jawa Tengah dengan Sutarso.

Pada wartawan, Sutarso membantah bila pihaknya tidak mengambil sikap tegas membubarkan acara pelantikan itu dikarenakan ada Wakil Ketua DPRD, Kepala Dinas dan Istri Bupati Karanganyar.

Pihaknya tidak membubarkan acar pelantikan dikarenakan pihaknya masih memiliki perasaan untuk tidak membubarkan acara pelantikan tersebut.

“Tidak ada kaitannya dengan istri Bupati, tidak ada kaitannya dengan pak dewan, dan pejabat yang lainnya.Karena saya hanya menjalankan tugas saja sebagai Ketua tim Gugus Tugas Covid-19. Dan saya harus bertindak adil,”terangnya.

Sementara itu Ketua Perempuan Tani Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) DPD Provinsi Jateng, Nur Faiza mengatakan bila Kepala Desa menyatakan kekecewaannya, dirinya yang terlibat dalam pelantikan ini merasa lebih kecewa lagi dibandingkan dengan Kades Harjosari Sutarso.

Karena itu, pihaknya akan melayangkan protes pada Bupati Karanganyar Juliyatmono menyusul terjadinya insiden penggrebekan pada acara pelantikan ini.

“Kalau Kades Harjosari menggrebek kami dan menyatakan kecewa, kami pun selaku organisasi resmi juga lebih kecewa dan kami akan protes pada Bupati Karanganyar Juliyatmono,” tegasnya.

Sedangkan Ketua DPC HKTI Karanganyar Anung Marwoko dengan bijak mengatakan sebagai ketua tim gugus tugas penanganan Covid-19 di desa Harjosari memberikan teguran kepada para pengurus HKTI, khusunya pengurus wanita, Karena kedepannya ini sebagai intropeksi untuk memperbaiki.

“Namannya manusia tidak ada yang sempurna, ini tidak mencoreng HKTI, pak Kades bener, teman-teman wanita HKTI wanita juga benar. Saya mewakili pengurus HKTI wanita meminta maaf kepada warga Harjosari atas kejadian ini,”pungkasnya.

Wartawan : Dawam mashuri

Editor : Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *