JOKO TRISNO DIVONIS BEBAS ATAS DAKWAAN PEMBERITAHUAN PALSU

detikcyber.com,BLITAR – Sidang terdakwa Ir.Joko Trisno Mudiyanto,SH atas dakwaan pasal 317 KUHP pemberitahuan palsu dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara digelar di Pengadilan Negeri Blitar hari ini, Rabu ( 31/3/2021). Sidang perkara no 402/Pid B/2020/PN Blt dengan agenda pembacaan putusan di ketuai Hakim Ketua Rintis Chandra,SH,M.H, Hakim Anggota masing masing Rahid Pambingkas dan M Syafi’i,SH

Dalam putusannya setelah mendengar replik duplik hakim ketua membacakan bahwa terdakwa Ir.Joko Trisno Mudiyanto dalam dakwaannya tidak terbukti bersalah dan dinyatakan bebas demi hukum.

Terdakwa selama persidangan didampingi tim pengacara diantaranya Hendi Priono,SH,M.H, Edy Teguh Wibowo,S.H,S.Sos, Rudi Puryono,SH, Suyanto,SH,MH, Wahyu Chandra Triawan,SH, Agung Hariono,SH, Moh.Alfaris,SH.Saat diwawancara Hendi Priono,SH,M salah satu dari pencacara terdakwa menanggapi.

” Sebelumnya kami ucapkan Alhamdullilah perjuangan kami kurang lebih satu tahun mulai dari pra peradilan sampai sidang pokok perkara ini Alhamdulillah kondisinya saat ini bebas karena faktanya memang apa yang dilaporkan klien kami Ir.Joko Trisno Mudiyanto sebuah kebenaran yaitu apa yang dilaporkan ada dokter di Blitar ini yang SIP nya mati dan masih berpraktik.

Intinya alhamdulilah peradilan berjalan fair dan objektif berdasarkan bukti bukti yang ada klien kami tidak punya unsur pasal yang didakwakan yaitu pasal 317 mengenai pengaduan palsu karena memang apa yang diadukan itu adalah sebuah kebenaran,” papar Hendi.

Di tempat terpisah saat diwawancara Joko Trisno menyampaikan ” Saya baru terkesan bahwa pengadilan itu betul betul jujur, beda dipersidangan tahun 2016 karena tuntutan jaksa itu tidak pada pasal 76 yang dituntut pasal 75 ya diselewengkan lah pasalnya sehingga mereka menuntut saya laporan palsu padahal sesungguhnya laporan benar, karena dari dulu pun si dokter tidak bisa menunjukan SIP nya di RSK Budi Rahayu, sehingga saya berkesan dengan pengadilan hari ini sangat sangat jujur dan ini yang diinginkan oleh masyarakat”.

Pengamat hukum Yono yang mengikuti persidangan hingga selesai menanggapi ” Saya salut sekali dengan hakim baru kali ini terjadi satu satunya di Indonesia dan di Blitar ini, mengapa,karena dalam.proses ini sudah pernah disidangkan di PN Blitar yang mana dikuatkan oleh putusan pengadilan kasasi tapi sekarang teranulir dengan fakta fakta persidangan yang sudah ada disini.Sehingga ini kalau kita bicara itu ada satu nebis in idem. Tapi nebis in idem itu kalau faktanya lain putusannya akan lain seperti sekarang ini.”

Sebelumnya seperti diketahui dr.Harun Rosidi melaporkan Ir.Joko Trisno Mudiyanto bahwa akibat pelaporan dan pengaduan yang tidak benar tentang saksi dr. HARUN ROSIDI, Sp.OT yang telah melakukan praktek kedokteran di RSK Budi Rahayu tanpa memiliki Surat Ijin Praktek (SIP) dan tanpa memiliki Surat Tanda Registrasi (STR) oleh terdakwa Ir. JOKO TRISNO MUDIYANTO.SH kepada Pihak Kepolisian Resor Blitar Kota, Kepala Dinas Kesehatan Kota Blitar, Direktur RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar dan Direktur RSK Budi Rahayu Blitar membuat kehormatan dan nama baik saksi dr. HARUN ROSIDI, Sp.OT tercemar serta menimbulkan kerugian bagi saksi dr. HARUN ROSIDI, Sp.OT diantaranya saksi tidak dapat mengikuti kegiatan ilmiah di bidang kedokteran ortopedi dan saksi tidak bisa melakukan praktek kedokteran, mengabdikan ilmu dan keahlian kedokteran yang dimilikinya untuk kepentingan masyarakat.

Wartawan : Volla

Editor : Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *