Tim Pidsus Kejati Jatim Berhasil Amankan 4 Tersangka Terkait Kredit Macet Bank Jatim

detikcyber.com, Surabaya – Prestasi yang ditorehkan oleh tim Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim. Kali ini, tim yang berpusat di lantai 5 gedung di jalan Ahmad Yani Surabaya ini, berhasil menahan empat tersangka dengan perkara dugaan tindak pidana korupsi yang berupa kredit fiktif Bank Jatim cabang Kepanjen Malang.

Berdasarkan data yang diperoleh detikcyber.com, keempat tersangka tersebut adalah Mochamad Ridho Yunianto selaku eks Kepala Bank Jatim cabang Kepanjen, Edhowin Farisca Riawan selaku karyawan Bank Jatim penyedia kredit, Dwi Budianto yang bertugas sebagai kordinator debitur dan Andi Pramono sebagai kreditur.

Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasipenkum) Kejati Jatim, Anggara Suryanagara, dugaan kasus tindak pidana korupsi berawal dari proses realisasi kredit yang dikucurkan oleh Bank Jatim cabang Kepanjen Malang terhadap 10 kelompok debitur pada kurun waktu 2017 hingga September 2019 lalu.

“Tersangka MRY yang selaku sebagai pimpinan Bank Jatim bekerjasama dengan ketiga tersangka yang lainnya untuk merealisasikan kredit, padahal pengajuan kredit tersebut tidak memenuhi ketentuan. Dengan modus operandi nya adalah meminjam nama-nama orang lain untuk menerima kredit. Sehingga seolah-olah persyaratan kredit yang diajukan oleh debitur tersebut semuanya telah memenuhi syarat dan ketentuan yang berlaku,” terang Angga, Senin (01/03/2021).

Oleh Bank Jatim kredit-kredit sebesar total Rp100.018.133.170.000 itu dinyatakan macet berdasarkan Laporan Audit Nomor : 059/14/AUI/SAA/SPC/NOTA tanggal 15 April 2020. Sedangkan untuk perhitungan jumlah kerugian negara secara pastinya, masih menunggu perhitungan BPKP yang progresnya sudah 80 persen. Dengan mempertimbangkan alasan subyektif dan obyektif, akhirnya penyidik berpendapat untuk perlu melakukan penahanan terhadap para tersangka selama 20 hari kedepan.

Sementara itu, secara terpisah Penasehat Hukum tersangka Mochamad Ridho Yunianto, Yuliana mengatakan pihaknya tetap akan menghormati proses hukum yang tengah dilakukan oleh tim penyidik.

“Sudah ada pengembalian dugaan kerugian negara meskipun masih berupa barang. Selanjutnya kita akan fokus terkait materi perkara pada persidangan. Memang, klien saya mengakui kesalahannya, tapi tidak sepenuhnya kesalahan itu berada di pihaknya, hal itu akan kita uji di persidangan, setidaknya pengakuan salah dari kliennya bisa menjadi pertimbangan majelis hakim untuk memperingan hukuman,” ungkap Yuliana kepada detikcyber.com sesaat mendampingi proses pemeriksaan di Kajati Jatim.

Disisi lain, Penasehat Hukum tersangka Andi Promono, Soares pun senada dengan pendapat Yuliana. “Kita ikuti langkah rekan-rekan dari tim penyidik sebagai upaya untuk menghormati proses hukum. Dalam waktu dekat kita akan mengajukan permohonan penangguhan penahanan terhadap tersangka, dengan alasan subyektif. Tersangka sebagai tulang punggung keluarga, tidak akan melarikan diri dan menghilangkan barang bukti,” pungkas Soares.

Wartawan : Reinald
Editor : Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *