Terulang Kembali.. !! Diduga Langgar Prokes, Satpol-PP Kota Madiun Panggil Manajemen Resto

detikcyber.com, Madiun – Dugaan pelanggaran protokol kesehatan kembali terulang lagi di Kota Madiun. Dan kali ini terjadi di salah satu kedai makanan atau resto, yang berada di Jalan Kolonel Marhadi, Kota Madiun. Daei hasil penelusuran detikcyber.com yang berada di lokasi, kerumunan terjadi saat adanya grand opening yang dilakukan oleh kedai makanan atau resto yang berada di Jalan Kolonel Marhadi, Madiun lantaran adanya promo makanan mie yang serba Rp. 5.000, Sabtu (27/02/2021).

Dari kegiatan yang dilakukan oleh manajemen resto yang mengundang kerumunan orang, maka Satpol PP dan Damkar Kota Madiun yang sebagai aparat penegak Perda langsung turun ke lokasi untuk memperingatkan kepada pihak manajemen resto agar tetap menerapkan protokol kesehatan.

Apalagi di Kota Madiun termasuk daerah yang sedang melaksanakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berskala mikro Jilid II untuk mencegah penyebaran virus Covid-19.

Saat ditemui detikcyber.com, Kepala Bidang Penegakan Peraturan Perundangan-Undangan Satpol PP dan Damkar Kota Madiun, Supriyono mengatakan, tindakan awal yang dilakukan oleh petugas hanya sekedar untuk menghimbau pengunjung agar tetap mematuhi protokol kesehatan, seperti menjaga jarak, memakai masker, serta cuci tangan dengan sabun. Petugas Satpol PP dan Damkar dijadwalkan akan memanggil manajemen resto pada Senin (01/03/2021) untuk dimintai keterangan sekaligus pembinaan agar tidak terulang kembali yang mengundang kerumunan orang.

“Pihaknya juga akan memanggil pihak manajemen resto, dan jelaskan kenapa manajemen resto dipanggil dikarenakan pihak manajemen melanggar Instruksi Walikota Madiun No. 4/2021 dan Perwal No. 56/2020. Serta kita akan memberikan denda Rp. 500 ribu sampai Rp1 juta. Kalau sudah didenda, tapi pihak manajemen resto masih mengulangi lagi. Maka jelas akan diberikan sanksi terberat bisa jadi penutupan sementara operasional usaha. Kalau memang ada delik pidana disitu, maka sudah ranahnya kepolisian,” ungkap Supriyono kepada detikcyber.com.

Sementara itu, Manajer operasional resto, Iswanto Aprigani mengaku sudah berusaha untuk menerapkan prokes yang ketat. Yakni dengan membatasi pengunjung yang masuk ke dalam outlet. Akan tetapi, fakta yang ada di lapangan justru sebaliknya. Pengunjung membludak baik di dalam maupun di luar resto.

“Dari awal kita sudah mengurangi jumlah kapasitas pengunjung yang masuk ke dalam outlet. Dan pihaknya juga sudah mengingatkan kepada customer agar mentaati protokol kesehatan, terutama jaga jarak dan dibatasi nya pengunjung yang masuk ke dalam outlet. Akan tapi ada juga pengunjung atau customer yang ngeyel, masuk juga,” ungkap Iswanto saat berbincang dengan detikcyber.com.

Dari kejadian tersebut, pihaknya akan lebih berhati-hati dan berharap agar tidak terulang kembali. Apalagi promo makanan masih berlangsung hingga sepekan. “Maka pihak manajemen resto akan menyarankan konsumen agar membeli promo makanan mie yang ada di outlet kami secara take away atau dibungkus”, pungkas Iswanto.

Wartawan : Budy Prasetyo
Editor : Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *