Ditreskrimum Polda Jawa Tengah Gerebek 7 Lokasi Kerumunan Massa, Ada Apakah…?

detikcyber.com, Semarang – Sebanyak tujuh area kerumunan massa yang melakukan aksi perjudian digerebek oleh polisi. Dari ketujuh lokasi kerumunan massa yang melakukan aksi perjudian tersebut, Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jawa Tengah telah mengamankan sebanyak 16 orang. Dan yang satu orang lainnya masih buron dan dilakukan pengejaran oleh polisi.

Sebanyak 16 pelaku yang melakukan aksi perjudian tersebut masing-masing BJ, SN, HM, EW, MA, BU, HR, AL, DS, DT, LS, SDR, EP, dan SNR. Mereka digerebek di tujuh lokasi berbeda yang tersebar di beberapa daerah, seperti Cilacap, Karanganyar, dan Grobogan.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Wihastono Yogapranoto menerangkan, pelaku yang diamankan yang melakukan aksi perjudian beberapa jenis, dimulai dari sabung ayam, cap jie kei, togel Hongkong, hingga dadu.

“Yang melakukan perjudian meliputi Cap jie kei ada 4 tersangka, togel Hongkong 6 tersangka Cilacap, dadu 4 tersangka di Karanganyar, dan judi sabung ayam,” terang Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Wihastono Yogapranoto dalam konfrensi pers di Mapolda Jateng, Kamis (18/02/2021).

Praktik perjudian tersebut marak dilakukan oleh masyarakat, serta banyak keluhan dan laporan dari masyarakat Jawa Tengah terutama saat di masa Pandemi. Dikarenakan menimbulkan kerumunan orang serta mengantisipasi penularan virus Covid-19.

Berdasarkan data yang diperoleh dari detikcyber.com, “perjudian Cap Jie Kie sudah berjalan cukup lama, Judi togel Hongkong juga sudah berjalan selama 7 bulan sejak Maret. Kemudian untuk perjudian jenis sambung ayam yang berada di Karanganyar baru berjalan 1 bulan,” papar Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Tengah, Wihastono.

Selain mengamankan para pelaku perjudian, polisi juga mengamankan barang bukti yang berupa uang tunai Rp 8.017.000, tujuh ekor ayam aduan, lima buah Hp berbagai merk, dan semua peralatan yang digunakan pelaku untuk melakukan perjudian.

“Dan para pelaku untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, akan dijerat dengan pasal 303 KUHP juncto pasal 303 bis KUHP tentang Tindak Pidana perjudian dengan pidana paling lama 10 tahun dan denda sebesar Rp 25 juta”, pungkas Wihastono.

Wartawan : Dhiki Prasetyo / B Sugiharto
Editor : Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *