Istri Lumpuh Anaknya Meninggal, Suami Polisikan RS Yang Diduga Mall Praktik

detikcyber.com, Semarang – Dugaan Malpraktek terjadi di Rumah Sakit Hermina Pandanaran Semarang. Akibat bayi laki laki yang dilahirkan meninggal dunia setelah sehari dilakukan tindakan medis yakni operasi caesar.

Sementara sang ibu bayi mengalami henti jantung dan koma hingga dua bulan. Selama tak sadarkan diri pasien mengalami daya tahan tubuh, tak mampu menggerakan tubuhnya (lumpuh), penyusutan massa otot serta perlambatan kemampuan otak dan akhirnya lumpuh hanya bisa berbaring di tempat tidur.

Kondisi tersebut disampaikan oleh Kuasa hukum korban Iput Prasetyo Wibowo dari IPW and Partners. Iput mengatakan, awal terjadinya dugaan Mall Praktik saat istri klienya Jevry Christian Harsa yang bernama Ningrum Santi (23) akan melakukan persalinan di Rumah Sakit Hermina Pandanaran pada (28/5/2020) dengan tindakan operasi caesar.

Menurut keterangan kliennya, satu jam setelah tindakan operasi, istrinya mengalami henti jantung yang diduga sebelumnya dilakukan tindakan penyuntikan/injeksi yang dilakukan oleh tim dokter kepada istri klien kami,” jelas Iput Prasetyo, Selasa (16/2/2021).

Selain kondisi istri klienya mengalami koma, kondisi anaknya yang baru lahir itu mengalami kesulitan bernafas dan tubuhnya membiru.

Akhirnya anaknya meninggal dunia sehari setelah dilahirkan dan pihak rumah sakit tanpa memberitahu secara rinci penyebab kematianya.

Tiga bulan kemudian setelah operasi, Ningrum Santi akhirnya sadar dan selanjutnya dipindahkan ke ruang perawatan intensif biasa.

Selanjutnya pihak Rumah Sakit meminta istri kliennya untuk meninggalkan rumah sakit pada (31/12/2020) dengan alasan sudah tidak ada lagi tindakan medis yang dapat dilakukan,” tambah Iput.

Selain itu pihak Rumah Sakit juga menjanjikan akan melakukan visit (kunjungan) ke rumah pasien dua kali dalam seminggu untuk melakukan terapi. Namun hal tersebut tidak dilakukan sesuai janji yang disampaikan.

Dari pihak kuasa hukum sambil memperlihatkan foto Ningrum yang terbaring ditempat tidur menyampaikan pihaknya telah melakukan 7 kali untuk mediasi dengan pihak rumah sakit Hermina Pandanaran. Tapi hingga kini belum ada titik temu,” terangnya.

Kasus ini sendiri diadukan oleh suami korban Jevry Christian Harsa warga Singorojo , Boja, Kabupaten Kendal ke Ditreskrimsus Polda Jateng soal dugaan tenaga medis melakukan kelalaian dalam menjalankan profesinya.

Sedangkan pihak RS Hermina Pandanaran tidak mau menemui awak media yang ingin mengkonfirmasi.

Wartawan : B Sugiharto

Editor : Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *