PROGRAM DUA HARI DIRUMAH SAJA OLEH GUBERNUR JAWA TENGAN BERHASIL DIKABUPATEN KARANGANYAR

detikcyber.com, KARANGANYAR -Program gubernur Jawa tengah dirumah saja berhasil dikabupaten Karanganyar. Semua obyek wisata dan restoran hotel semua sepi pengunjung alias off atau drop di daerah Tawangmangu, Ngargoyoso Karangpandan sangat sepi bagaikan kuburan.

Diakui atau tidak tapi fakta membuktikan bahwa program 2 Hari Jawa Tengah Dirumah Saja membuat sektor jasa wisata menjerit harus menanggung rugi. Dikhawatirkan jika program ini terus diperpanjang maka boleh dikata sektor wisata di Kabupaten Karanganyar ambyar.

Fakta tersebut terlihat jelas seperti yang terjadi di Sun Garden, atau wisata Jumok sangat sepi dan bahkan satupun tidak ada pengunjung dan restoran serta hotel yang terletak di ujung timur Karangpandan berbatasan Tawangmangu. Yakni pada pada minggu (07/02) suasana sepi seperti kuburan, tak satupun ada pembeli dan tak satupun ada tamu yang menginap.

Astrid (34), pengelola Sun Garden bersama dua pelayan tampak galau karena kaget biasanya hari Sabtu dan Minggu selalu ada kunjungan minimalis baik tamu restoran ataupun tamu hotel.

“Blass tidak ada orang datang untuk makan atau menginab di hotelnya sejak kami buka sabtu pagi kemarin hingga sore ini malam tak satupun ada pengunjung restoran, apalagi tamu yang mau menginap,” ujarnya polos.

Bahkan lanjut Astrid, fasilitas kolam renang yang setiap harinya walau sedikit selalu ada pengunjungnya, namun kali ini nihil.

Tak pelak akhirnya dirinya bersama dua pelayan hanya diam saja karena nihil kunjungan. Belum lagi suasana jalan sangat sepi seperti kuburan. ” Kami tetap siaga disini tanpa pergerakan karena jalanpun sepi, otomatis pengunjung juga sepi,” ungkapnya.

Astrid mengaku bingung jika hari Minggu (07/02) suasana juga tetap sepi lengang seperti kuburan pasalnya tidak ada income masuk tentu berpengaruh pada cashflow mengingat hari Sabtu & Minggu biasanya banyak pengunjung ke Sun Garden sehingga cashflow bisa terjaga.

Namun jika sampai suasana seperti sepi bahkan sama sekali tidak ada pengunjung lengang maka potensi nombok operasional akan terjadi.

” Biasanya hari Minggu begini kunjungan restoran tetap ada ya bicara rata-rata kisaran Rp3s/d 4 juta ada income dari restoran diluar income kolam renang dan hotel,” serunya.

Untuk itu dari pihak pemerintah kami berharap jika bisa pemerintah mengembalikan lagi seperti biasa tanpa ada program 2 Hari Jawa Tengah Dirumah Saja karena dampaknya luar biasa. Dan diyakini dampak itu terjadi merata pada jasa wisata tanpa pengecualian.

Bahkan lanjut Astrid, fasilitas kolam renang yang setiap harinya walau sedikit selalu ada pengunjungnya, namun kali ini nihil. Tak pelak akhirnya dirinya bersama dua pelayan hanya diam saja karena nihil kunjungan. Belum lagi suasana jalan sangat sepi seperti kuburan. ” Kami tetap siaga disini tanpa pergerakan karena jalanpun sepi, otomatis pengunjung juga sepi,” tukasnya.

Wartawan : Dawam mashuri

Editor : Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *