Bupati Sragen :  Menghimbau Masyarakat Agar Waspada Bencana Alam

detikcyber.com, Sragen – Bupati Sragen, dr. Kusdinar Untung Yuni Sukowati menghimbau kepada masyarakat Sragen agar selalu selalu berhati-hati sekaligus waspada terhadap bencana alam seperti angin kencang, banjir bandang, serta tanah longsor. Saat ini memasuki intensitas musim penghujan yang mulai tinggi.

“Semua potensi bencana alam seperti angin kencang, banjir bandang serta tanah longsor, Pemkab Sragen diharapkan kepada masyarakat yang berada di daerah rawan bencana untuk meningkatkan kewaspadaan,” jelas Bupati Sragen dr. Kusdinar Untung Yuni Sukowati kepada detikcyber.com saat ditemui di ruangannya, Kamis (21/01/2021).

Guna untuk menanggulangi bencana alam, Bupati Yuni berpesan kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sragen, agar terus bersiaga 24 jam serta berpatroli di wilayah Kabupaten Sragen. Apabila sewaktu-waktu masyarakat membutuhkan bantuan saat terjadinya bencana alam.

“Masuk ke musim penghujan dengan intensitas yang tinggi ini, Pemkab Sragen berharap agar masyarakat siaga, BPBD juga siaga tanggap bencana. Dikarenakan di Kabupaten Sragen saat ini mengalami curah hujan yang sangat tinggi, dan ada beberapa wilydi Kabupaten Sragen yang mengalami bencana alam seperti angin kencang, banjir bandang, serta tanah longsor, “beber Bupati Yuni kepada detikcyber.com

Harapan Pemkab Sragen wilayah Sragen tidak terjadi bencana alam apapun. “Akan tetapi masyarakat dihimbau agar tetap waspada yang terpenting berdoa kepada Allah SWT semoga di Sragen yang kita cintai ini tidak terjadi bencana alam. Serta pandemi Covid-19 segera berlalu. Aamiin,” pungkas Bupati Yuni.

Sementara itu Kepala BPBD Kabupaten Sragen, Sugeng Priyono mengatakan bahwa intensitas hujan yang tinggi masih akan terus terjadi hingga Februari 2021 dan puncak curah hujan tinggi pada Januari 2021.

“Pada Januari 2021 ini potensi curah hujan yang tinggi, dan menimbulkan bencana agar perlu diwaspadai oleh masyarakat diantaranya tanah longsor di Sambirejo dan Kalijambe, serta potensi banjir dari luapan Sungai Bengawan Solo, Sungai Mungkung, Sungai Garuda, dan Sungai Cemoro di Kalijambe,” pungkas Sugeng Priyono kepada detikcyber.com.

Wartawan : Dhiki Prasetyo
Editor : Redaksi

22 total views, 1 views today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *