Penerapan PPKM Sidoarjo, Tak Ada Jam Malam dan Penyekatan Jalan

detikcyber.com, Sidoarjo – Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang digelar di Surabaya Raya, sesuai dengan instruksi mendagri. Di Kabupaten Sidoarjo tidak akan memberlakukan jam malam dan penyekatan jalan selama PPKM pada 11 hingga 25 Januari 2021.

Namun peri hal tersebut masih dilakukan pembahasan dalam rakor yang digelar malam ini, Pemkab Sidoarjo bersama Forkopimda Sidoarjo, Sabtu (09/01/2021).

“Dalam pelaksanaan-nya PPKM di wilayah Sidoarjo, tidak ada jam malam dan penyekatan jalan,” ungkap Sekda Kabupaten Sidoarjo Achmad Zaini kepada detikcyber.com, seusai memberikan penghargaan Satya Lencana donor darah di Kantor PMI Sidoarjo.

Achmad Zaini juga menambahkan Pemkab Sidoarjo bersama Forkopimda Sidoarjo masih akan membahas mengenai PPKM tersebut nanti malam. Tetapi yang jelas tidak ada penyekatan dan jam malam di Kabupaten Sidoarjo. Nantinya akan kita kembalikan dengan kearifan lokal. Apakah sesuai dengan penyebaran COVID-19 yang meninggi dan tingkat kematian yang lebih tinggi, nantinya akan dibahas dalam rapat nanti.

Dalam instruksi Mendagri terdapat aturan untuk melakukan pembatasan waktu buka mal, rumah makan, kafe hingga warkop. Untuk itu, Pemkab Sidoarjo mengharapkan kepada para pengusaha untuk mentaati peraturan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat.

“Jam operasional mal diharuskan untuk tutup jam 19.00 WIB, nanti juga akan dibahas dengan Forkopimda Sidoarjo. Kalau kapasitas untuk rumah makan, kafe-kafe serta warkop 25%, dikarenakan sudah sesuai dengan instruksi. Tentu saja diharapkan melakukan dengan cara online lebih banyak,” tegas Achmad Zaini.

Sementara itu untuk Work From Home (WFH) 75 persen untuk Aparatur Sipil Negara (ASN) akan diberlakukan pada Senin (11/01/2021). Sementara untuk perusahaan sulit dilakukan.

“Untuk ASN dan non ASN di Pemkab Sidoarjo sudah siap. Karena secara infrastruktur pelayanan surat menyurat di Pemkab Sidoarjo sudah by android, peran kampung tangguh saat PSBB yang kemarin, akan digalakkan kembali. Dikarenakan sangat efektif untuk menekan penyebaran COVID-19 di Sidoarjo. Dan pihaknya berharap kepada masyarakat berpartisipasi dengan keberadaan kampung tangguh,” pungkas Achmad Zaini.

Sementara itu Kadinkes Kabupaten Sidoarjo, dr Syaf Satriawarman mengatakan, pemberlakuan PPKM yang dilakukan oleh pemerintah pusat sudah tepat. Dikarenakan angka kematian masih di atas rata-rata di tingkat nasional. Di Sidoarjo saja masih 6,9 persen, sementara itu di tingkat nasional 3 persen.

“Angka kematian di Sidoarjo masih 6,9 persen, di atas angka nasional 3 persen. Jumlah tempat tidur untuk ruang isolasi khusus di Sidoarjo sudah terisi lebih dari 91 persen. Padahal syarat agar tidak PSBB yang sekarang disebut PPKM harus di bawah 70 persen. Selain itu pasien aktif COVID-19 harus di bawah 50 orang, sedangkan di Sidoarjo masih sekitar 100 orang,” ungkap Syaf kepada detikcyber.com

Oleh karena itu, PPKM di Kabupaten Sidoarjo wajar dilaksanakan, dikarenakan angka-angkanya memenuhi syarat untuk penerapan PPKM.

Wartawan Budy Prasetyo
Editor Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *