Produsen Tahu Tempe di Kota Madiun Keluhkan Harga Kedelai Yang Melonjak

detikcyber.com, Madiun – Harga kedelai di Kota Madiun terus merangkak naik sejak dua bulan terakhir. Yang dari harga sebelumnya Rp6.500 per kg menjadi Rp9.500 per kg. Dan berimbas banyak produsen tahu dan tempe mengeluh.

Produsen tahu di Kelurahan Banjarejo, Sri Asih mengaku terpaksa mengurangi ukuran tahu produksinya. Sebab jika dengan ukuran normal, tetapi harganya dinaikkan maka pelanggan enggan membeli.

Meskipun kembang kempis, Sri tetap menjalankan roda bisnis tahunya. Sebanyak 13 pekerja yang mengais rejeki di pabriknya. Dan setiap hari pabrik tahu nya mengolah lima kuwintal kedelai untuk dijadikan tahu.

“Ya mau bagaimana lagi, tahu nya dibuat agak tipis sedikit. Tapi kalau harga kedelai naik terus kan repot jadi tipis sekali apa bisa, sedangkan harganya tetap,” ungkap Sri kepada detikcyber.com, Kamis (07/01/2021).

Senada dengan disampaikan oleh Sri, Produsen tempe yang berasal di Jalan Cempedak, Kusaini mengucapkan tidak menaikan harga jual, akan tetapi ukuran produksi tempe diperkecil menyesuaikan harga kedelai impor yang kian meroket.

“Harganya tetap Rp4.000 per potong. Nanti kalau dinaikan, pembeli yang tidak mau. Tetapi kalau harga kedelai naik terus ukuran tempe jadi kecil sekali dong,” terang Kusaini.

Harapan produsen tahu tempe di Kota Madiun kepada Pemkot Madiun maupun Pemerintah Pusat, harga kedelai kembali normal sehingga tidak mengganggu produksi olahan kedelai yang kita produksi seperti tahu, tempe maupun susu kedelai.

Wartawan : Budy Prasetyo

Editor : Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *