Pedagang PBM Keluhkan Sepinya Pembeli, Pasca Hari Pertama Setelah Di Lockdown

detikcyber.com, Madiun – Sejumlah pedagang yang berjualan di Pasar Besar Madiun (PBM) mengeluhkan sepinya pembeli, pasca dilockdown akibat adanya pedagang yang meninggal karena terpapar virus Covid-19.

Seorang pedagang sayur yang berasal dari Kelurahan Josenan, Retno Hermawati mengatakan, sejak PBM dilockdown tiga hari, 3-5 Januari 2021, tidak memiliki pemasukan sama sekali.

Retno memberanikan diri untuk kembali berjualan pasca dibuka nya kembali PBM setelah dilockdown. Dengan pertimbangan karena faktor ekonomi. Meski begitu Retno mengaku patuh terhadap anjuran pemerintah untuk menerapkan protokol kesehatan.

“Yang namanya khawatir itu pasti ada, apalagi saya mempunyai anak dirumah. Tetapi ya mau bagaimana lagi wong sandang pangannya di PBM,” ungkap Retno kepada detikcyber.com, Rabu (6/1/2020).

Saat ini harga sayur mayur mengalami kenaikan hampir Rp 2000. Seperti halnya harga wortel semisal. Dari sebelumnya harga jual Rp10.000 per kg, kini justru harga yang ia beli dari tengkulak Rp10.000 per kg.

Senada diungkapkan pedagang konveksi di PBM, Dewi Ratnawati, meskipun PBM hanya dilockdown tiga hari, tidak ada pemasukan sama sekali yang diperoleh.

“Dari awal corona sebenarnya penjualan saya meningkat. Hanya saja seminggu kemarin ada kasus pedagang PBM yang terkena Virus Covid-19, akhirnya pendapatan yang diperoleh menjadi turun,” ucap Dewi Ratnawati kepada detikcyber.com.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengelolaan Pasar Rakyat Dinas Perdagangan Kota Madiun, Arie Kusdewanto meminta pedagang agar tidak khawatir. Meskipun ada pembatasan, pedagang atau sales dari luar kota tetap diperkenankan untuk menyuplai barang di PBM. Seperti sayur mayur dan kebutuhan yang lainnya.

“Dan untuk pedagang dari luar kota yang boleh masuk adalah yang mengirimkan barang dagangan seperi sayuran maupun daging ayam. Tetapi sifatnya di drop lalu ditinggalkan, dan barang yang di drop nanti akan diambil oleh pedagang dari Kota Madiun,” terang Arie.

kebijakan yang diterapkan di PBM untuk menekan penyebaran Virus Covid-19. Apalagi, beberapa waktu lalu, ada sejumlah pedagang yang terpapar virus Covid-19 hingga meninggal.

Wartawan : Budy Prasetyo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *