Para Pengrajin Tahu Tempe Di Kartosuro Wadul Ke DPRD Sukoharjo, Menyusul Kenaikan Harga Kedelai

detikcyber.com, Sukoharjo – Para pengrajin tahu dan tempe yang berasal dari Kecamatan Kartasura mengadu ke DPRD Sukoharjo menyusul kenaikan harga kedelai yang dinilai semakin mahal.

Para pengrajin tahu dan tempe yang wadul ke DPRD Sukoharjo meliputi dari desa Purwogondo, Brontowiryan, serta Wirogunan yang setiap hari memproduksi tahu dan tempe.

Dihadapan pimpinan DPRD Sukoharjo dan Komisi II DPRD Sukoharjo para pengrajin tahu dan tempe untuk mencari solusi alternatif agar ditengah pandemi Covid-19 usaha produksi tahu dan tempe tidak sampai gulung tikar.

Perwakilan perajin tempe dan tahu yang datang di Gedung Dewan diterima oleh Wakil Ketua DPRD Sukoharjo, Eko Sapto Purnomo, Ketua Komisi II DPRD Sukoharjo, Idris Sarjono dan Kepala Disdagkopdan UKM Pemkab Sukoharjo, Sutarmo.

Sejumlah pengrajin tahu dan tempe menyampaikan unek-unek terkait dengan kenaikan harga kedelai selama masa pandemi Covid-19.

Koordinator pengrajin tahu dan tempe yang berasal dari Kartasura, Puryono, mengaku harga kedelai lokal saat ini menyentuh Rp9.350 per kilogram dari harga normal Rp6.500.

“Selain harga kedelal mengalami kenaikan, disusul harga minyak goreng dari Rp9.000 per liter menjadi Rp13.000 per liter,” ungkap Puryono kepada detikcyber.com, Senin (04/01/2021).

Kenaikan harga kedelai sudah berlangsung sejak awal pandemi Covid-19 yakni pada akhir Maret 2020.

“Dahulu, kami bisa menyiasati dengan berbagai cara seperti memperkecil ukuran ataupun mengurangi produksi setiap hari. Kini kami tidak bisa lagi menyiasatinya lantaran harga kedelai yang sudah di atas Rp9.000 per kg,” pungkasnya.

Para pengrajin tahu dan tempe di Kartasura, meminta para wakil rakyat untuk mencarikan solusi alternatif untuk menekan kenaikan harga kedelai.

“Para pengrajin tahu dan tempe berharap pemerintah segera mengambil langkah untuk menurunkan harga kedelai yang menjadi bahan baku utama pembuatan tahu dan tempe,” cetus Puryono.

Disisi lain Wakil Ketua DPRD Sukoharjo, Eko Sapto Purnomo, mengatakan harga kedelai naik akibat pandemi Covid-19.

Terkait kenaikan harga kedelai, pihaknya sudah menjalin koordinasi dengan instansi terkait untuk mencarikan solusi alternatif agar usaha para pengrajin tahu dan tempe di Kartasura bisa tetap bertahan di tengah pandemi Covid-19.

“Kami juga ikut prihatin dengan nasib temen-temen para pengrajin tahu tempe. Karena itu nanti sesuai dengan prosedur kami akan menjalin koordinasi dengan pihak terkait,” ungkap Sapto kepada detikcyber.com, Senin (4/1/2021).

Sementara itu, Kepala Disdagkop dan UKM Pemkab Sukoharjo, Sutarmo, menyatakan kebijakan harga kedelai wewenang dari pemerintah pusat.

“Kendati demikian pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM Jawa Tengah untuk mengatasi kenaikan harga kedelai,” pungkas Sutarmo. (Dhiki Prasetyo).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *