Satu Frekuensi TNI-Polri dan Pemerintah Kota Surakarta, Melarang Bentuk Kegiatan Perayaan Tahun Baru 2021

detikcyber.cim, SOLO – TNI-Polri dan Pemerintah Kota Surakarta yang berada di satu frekuensi telah mengeluarkan kebijakan untuk tidak mengadakan perayaan maupun kegiatan dalam momen Tutup Tahun 2020/2021 di Kota Solo.

Kapolresta Surakarta, AKBP Ade Safri Simanjuntak, mengatakan Surat Edaran maupun Peraturan Walikota Surakarta sudah jelas bahwa tidak ada atau dilarang seperti kegiatan perayaan di pergantian tahun di Kota Solo, termasuk pesta kembang api dan seterusnya.

“Alhamdulillah perayaan Natal 2020 berlangsung dengan baik, lancar dan damai”, ungkap Kapolresta Surakarta Ade Safri saat ditemui wartawan, Rabu (30/12/2020) pagi.

Kapolresta sudah memerintahkan kepada anggota jajarannya tidak ada sedikitpun bunyi petasan ataupun kembang api yang mengakibatkan ledakan.

“Kita akan kejar, ditangkap, serta dilakukan penyelidikan. Yang jelas bahwa komitmen nya adalah hal-hal yang diatur dalam undang-undang yang lebih lanjut,” tegas Kapolresta Surakarta, Ade Safri.

Selama satu minggu yang lalu, kepolisian sudah melakukan himbauan kepada para penjual petasan, dan melakukan monitoring terkait dengan spot-spot yang di duga akan melakukan penjualan petasan di Kota Surakarta.

“Apabila himbuan dari petugas di indahkan, maka akan dilakukan tindakan penegakan hukum terhadap pelaku kerumunan maupun penyelenggaraan kegiatan yang mengakibatkan kerumunan”, tegas Kapolresta Surakarta, Ade Safri kepada wartawan detikcyber.com.

Kepolisian akan melakukan penyelidikan dengan undang-undang yang lebih keras baik itu KUHP, maupun karantina kesehatan.

“Yang kita lakukan demi untuk melindungi kesehatan masyarakat. Prinsipnya adalah kesehatan masyarakat yang terpenting,” pungkas Kapolresta Surakarta, Ade Safri Simanjuntak. (Dhiki Prasetyo).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *