Modus Bisa Urus Sertifikat Tanah, Gasak uang 422 juta

detikcyber, Batang – Kapolres Batang AKBP Edwin Louis Sengka menerangkan kasus itu berawal saat korban, bernama Uriyah merupakan warga desa Gringsing, kecamatan Gringsing, ingin memecah sertifikat miliknya menjadi tanah kavling.

Saat itu tersangka Samali menawarkan jasa pemecahan sertifikat pada Uriyah dengan alasan kenal dengan orang Badan Pertanahan Nasional (BPN) Batang,” katanya saat jumpa pers, Rabu (30/12).

Kejadian itu dimulai pada tahun 2019, Uriyah mempercayakan pengurusan pemecahan sertifikat hak milik (splitsing) atas tanah hak milik nomor 01563 atas nama Machfud (Suami korban).

Selanjutnya, Samali beberapa kali meminta sejumlah uang untuk pengurusan hingga total berjumlah Rp 422 juta.

Untuk meyakinkan korban, Samali memperlihatkan sertifikat hasil pemecahan yang mirip dengan penerbitan oleh BPN.

Namun setelah korban melakukan pengecekan ke BPN, ternyata tidak ada datavsertifikat yang dimaksud. Sebelumnya tersangka merupakan residivis kasus yang sama di wilayah Kendal.

Akibat ulahnya tersebut, tersangka dijerat pasal 378 KUHPidana jo Pasal 56 KUHPidana dan atau Pasal 372 KUHPidana jo Pasal 56 dengan ancaman hukuman maksimal lima tahun,” pungkas Kapolres. ( B Sugiharto)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *