Awas Penyelenggara Kerumunan Diancam Pidana, Polresta Solo Bentuk Tim Penyidik

detikcyber.com, SOLO – Penyelenggara atau panitia perayaan Natal 2020 dan Tahun Baru 2021 di Solo yang menimbulkan kerumunan akan dipidanakan. Polisi sudah membentuk tim pengurai kerumunan dan juga penyidik bagi yang melakukan perlawanan saat dibubarkan.

“Kami sudah membentuk tim pengurai kerumunan yang terdiri dari unsur TNI Polri maupun Satpol PP,” ungkap Kapolresta Surakarta Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak, Kamis (24/12/2020).

Tugas dari tim mengawasi kegiatan masyarakat yang berpotensi menimbulkan kerumunan. Di samping itu juga membentuk tim penyidik kerumunan apabila terjadi perlawanan ketika himbauan yang dilakukan oleh petugas tidak dihiraukan. Kapolresta menegaskan pihaknya menyatakan bersama dengan Pemerintah Kota Surakarta melarang adanya kegiatan perayaan Natal 20200 maupun pergantian malam Tahun Baru 2021.

Kapolresta Surakarta Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak

“Kita sudah dalam frekuensi yang sama TNI Polri maupun Pemkot Surakarta untuk natal ibadah inti dilakukan. Sedangkan untuk perayaan di tengah pandemi dihimbau untuk tidak dilaksanakan,” lanjut Ade Safri.

Masyarakat diperbolehkan perayaan ibadah Natal di Gereja dengan Protokol kesehatan. Namun tidak untuk melakukan perayaan di rumah apalagi di tempat umum.

“Jadi apabila nanti dalam pembubaran kerumunan yang dilakukan oleh petugas mendapat perlawanan ataupun tidak dihiraukan maka penyidik akan menjerat pasal pidana bagi pelaku kerumunan maupun penyelenggara kegiatan kerumunan,” tegas Ade Safri kepada wartawan, Kamis (23/12/2020).

Sementara itu, Walikota Surakarta FX Hadi Rudyatmo sebelumnya menegaskan bahwa Ibadah Natal harus sesuai dengan aturan pemerintah, bisa melakukan virtual atau tatap muka dengan pembatasan. Namun untuk perayaan yang menimbulkan kerumunan tetap tidak diizinkan, apabila masih nekat polisi yang akan membubarkan dan dilanjutkan ke penyidikan.

“Kita mengikuti Kementerian Agama, Keuskupan Katolik juga melarang pesta Natal. Kalau perayaan ndak boleh, menimbulkan kerumunan nanti Polisi yang bertindak, dibubarkan atau penyelidikan,” tandas Walikota Surakarta FX. Hadi Rudyatmo.

Untuk perayaan Natal kali ini tidak ada open house baik tatap muka maupun virtual. Pihaknya sudah meminta bagian Umum Setda Surakarta untuk meniadakan acara tersebut.

Rudy sapaan akrab Walikota Surakarta, mengatakan perayaan Natal tahun ini momen untuk prihatin instruksi diri di tengah pandemi Covid-19. “Semoga kasus pandemi Covid-19 di Kota Solo dan Indonesia bisa segera sirna.” (Dhiki Prasetyo).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *