PT KAI Daop 7 Madiun Belum  Berlakukan Rapid Tes Antigen

detikcyber.com, MADIUN – PT KAI (Persero) Daop 7 Madiun memastikan wacana kewajiban swab tes PCR dan rapid tes antigen bagi calon penumpang kereta api jarak jauh untuk keberangkatan mulai 18 Desember 2020 hingga saat ini belum berlaku. Yang artinya, PT KAI selaku operator moda transportasi kereta api sampai saat ini masih menunggu keputusan lebih lanjut dari Pemerintah.

Manager Humas PT KAI Daop 7 Madiun, Ixfan Hendriwintoko mengatakan, sejauh ini KAI masih mengacu SE Kemenhub RI No. 14/2020 tertanggal 8 Juni 2020 dan SE Gugus Tugas Covid-19 No. 9/2020 tertanggal 26 Juni 2020. Bagi masyarakat atau calon penumpang yang akan menggunakan moda transportasi KA Jarak Jauh harus menunjukkan Surat Bebas Covid-19 ke petugas di stasiun. Baik tes PCR/Rapid Test Antibodi yang masih berlaku selama 14 hari sejak diterbitkan.

Ataupun surat keterangan bebas gejala seperti influenza (influenza-like illness) yang dikeluarkan oleh dokter Rumah Sakit/Puskesmas bagi daerah yang tidak memiliki fasilitas Tes PCR atau Rapid Test Antibodi.

“Instruksi dari KAI pusat dengan kementerian terkait belum ada. Jadi sampai saat ini belum ada perubahan. Baik di Daop 7 maupun daop lainnya sama, belum ada instruksi setiap calon penumpang yang berangkat menggunakan moda KA pakai rapid tes antigen, tapi sementara ini pakai rapid tes antibodi,” ungkap Ixfan saat dikonfirmasi di ruangannya, Jum’at (18/12/2020).

Ixfan menegaskan, apabila wacana tersebut direalisasikan, PT KAI siap mendukung program pemerintah. Pihaknya pun turut mendukung segala upaya guna memutus penyebaran Covid-19. PT KAI tetap disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan baik di stasiun maupun selama dalam perjalanan. Yakni dengan menyediakan wastafel atau tempat mencuci tangan dan hand sanitizer.

Kemudian giat penyemprotan disinfektan di stasiun, gerbong lokomotif kereta, serta fasilitas publik yang sering disentuh oleh masyarakat maupun calon penumpang. Selain itu mengatur jarak antar penumpang saat antrean, kursi ruang tunggu, serta membatasi tiket yang dijual hanya 70% dari kapasitas tempat duduk.

Disisi lain, petugas frontliner KAI yang berpotensi kontak langsung dengan calon penumpang, juga dibekali dengan APD yang berupa masker, sarung tangan, serta face shield. (Budy Prasetyo)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *