Kebijakan Bupati Karanganyar Menutup Alun-alun Karanganyar Dapat Respons Beragam

detikcyber.com, KARANGANYAR – Kebijakan Bupati Karanganyar, Juliyatmono, supaya tidak mengadakan acara yang mengundang keramaian serta memutuskan untuk menutup Alun-alun Karanganyar mendapatkan respons beragam dari masyarakat. Pro dan kontra yang terjadi di kalangan masyarakat mengenai kebijakan tersebut.

Salah satunya yang diungkapkan oleh Nuryana, 23, warga Karanganyar yang setuju dengan kebijakan Bupati terkait pengkondisian malam pergantian tahun 2021 di kabupaten Karanganyar.

Penilaian Nuryana saat momen malam pergantian tahun baru 2021 bukan waktunya masyarakat untuk bersenang-senang, sedangkan kasus Covid-19 yang semakin meningkat. Nuryana mengaku, saat pandemi Covid-19 ini lebih memilih di rumah tanpa merayakan malam pergantian tahun 2021.

“Kalau saya setuju. Toh saat ini baru pandemi Covid-19. Sedangkan di kabupaten Karanganyar termasuk tinggi angka penyebaran virus Covid-19 nya. Tidak seharusnya berkerumun dan merayakan malam pergantian tahun baru 2021. Intinya kita semua saling menjaga lah. Supaya pandemi Covid-19 bisa segera usai wabahnya. Kalau sudah aman monggo mau merayakan pergantian tahun baru. Tidak perlu terlalu mengejar keinginan sesaat,” beber Nuryana saat dikonfirmasi saat berada di warung seputaran Alun-alun Karanganyar, Jumat (18/12/2020).

Selain itu, Muhammad Abdul Aziz, 20, warga Selikaton, mengatakan kebijakan Bupati Karanganyar terkait pembatasan saat malam pergantian tahun baru 2021 memiliki dua efek. Salah satu dari kebijakan tersebut dianggap bagus dikarenakan dapat membantu mengontrol potensi persebaran virus Covid-19. Sedangkan, dari sisi buruknya kondisi saat ini banyak masyarakat yang ingin merefreshing pikiran dikarenakan penat dengan kondisi pembatasan aktifitas.

Secara terpisah, Fery Ayu Suryaningrum, 22, pedagang yang berjualan di Alun-alun Karanganyar, mengatakan para pedagang kecewa dengan kebijakan Bupati Karanganyar untuk menutup Alun-alun saat momen pergantian tahun baru 2021. Pasalnya, momen pergantian tutup tahun baru 2021 digunakan oleh pedagang untuk mendapatkan penghasilan lebih dibandingkan hari biasa.

0Yang dikhawatirkan pedagang justru malah ada yang nekat berdagang di pinggir jalan dan tidak tertata akibat dari kebijakan Bupati Karanganyar yang menutup Alun-alun Karanganyar.

“Kalau dibilang kecewa ya kecewa dengan kebijakan Bupati yang tidak diperbolehkan berdagang di Alun-alun Karanganyar saat pergantian tutup tahun baru 2021. Dikarenakan kunjungan wisata menjadi sumber nafkah untuk kami para pedagang. Penjual yang berada di Alun-alun itu tidak hanya sebagai pekerjaan sampingan, akan tetapi sebagai sumber penghasilan utama.

Mereka para pedagang yang berjualan ataupun berdagang di Alun-alun Karanganyar untuk menghidupi keluarga. Tetapi sebagian pedagang telah menyetujui kebijakan Bupati Karanganyar dikarenakan untuk kepentingan antisipsi pernyebaran virus Covid-19 di Kabupaten Karanganyar,” pungkas Fery Ayu. (Dhiki Prasetyo/ Bas).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *