Terbukti Pungli Seleksi Perdes, Mantan Kades di Sragen Divonis 2 Tahun

detikcyber.com, SRAGEN – Pengadilan Negeri (PN Tipikor) Semarang menjatuhkan sanksi dua tahun penjara kepada Mantan Kades Trobayan, Kecamatan Kalijambe, Sragen, Suparmi (50) dan suaminya, Suyadi (52) atas perkara korupsi pungutan liar seleksi perangkat desa (Perdes) 2018 lalu. Tak hanya itu, pasangan suami istri itu juga dibebani denda sebesar Rp 100 juta.

Kedua warga Trobayan dinilai meraup keuntungan dari uang sogokan Rp. 515 juta yang dipungut dari empat calon perangkat desa dengan dalih menjamin lolos seleksi perangkat desa.

Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Sragen, Agung Riyadi, mengatakan bahwa vonis yang dijatuhkan dalam sidang lanjutan yang digelar, Rabu (16/12/2020) secara daring atau online. Sidang yang dipimpin Ketua Majelis Hakim PN Tipikor Semarang, Casmaya. Serta vonis masing-masing dua tahun penjara dan denda Rp 100 juta subsider dua bulan.

Menurut dalam putusannya, ketua majelis hakim menyatakan kedua terdakwa secara sah dan meyakinkan terbukti bersalah melanggar pasal 11 UURI No 20/2001 tentang perubahan UU RI 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Atas putusan hakim, kedua terdakwa menyatakan masih pikir-pikir untuk melakukan banding, begitu pula dengan jaksa juga menyatakan pikir-pikir mengingat vonis ini setengah tahun lebih ringan dari tuntutan Jaksa. “Mereka pikir-pikir kita juga masih pikir-pikir,” ungkap Agung Riyadi.

Agung menyampaikan masih akan menunggu 7 hari ke depan, apakah terdakwa akan menerima putusan ataupun menempuh upaya hukum lain yaitu banding.

Mantan Kades dan suaminya ditahan pada akhir Agustus 2020 lalu dalam perkara dugaan korupsi bermodus pungutan liar. Saat Suparmi menjabat Kades dan berlangsung penerimaan seleksi perangkat desa pada 2018 lalu di Desa Trobayan. Modus kedua tersangka meminta sejumlah uang sebagai syarat supaya masuk seleksi dalam penerimaan perangkat desa.

Sementara itu, Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati dalam peringatan hari anti korupsi sedunia 16 Desember mengingatkan kepada 196 Kades dalam pengelolaan dana desa. Mulai 1 januari 2021 pengelolaan keuangan desa dengan sistem Siskeudes, serta upaya preventif agar tidak terjadi korupsi di Pemerintah Kabupaten Sragen terkhususnya.

“1Januari 2021, 196 desa harus sudah on dan dipastikan semua desa sudah running well ini salah satu cara untuk mencegah agar tidak terjadi tindak korupsi. serta siskeudes sudah dijalankan 100%,” tegas Bupati Sragen, Yuni Sukowati. (Dhiki Prasetyo).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *