Lapas Kelas I Kota Madiun Terima Empat Napiter Layaran

detikcyber.com, MADIUN – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Kota Madiun menerima layaran atau pindahan empat narapidana (napi) kasus terorisme. Tiga narapidana kasus terorisme diantaranya layaran dari Lapas Gunung Sindur Jawa Barat dan satu napiter dari Polda Metro Jaya, Kamis (17/12/2020).

Keempat napiter itu dilayar ke Lapas Kelas I Madiun dengan menggunakan armada bus. Adapun pengawalan keempat napiter melibatkan 12 anggota Brimob serta 7 Anggota Densus 88.

Kepala Lapas Kelas I Madiun, Supriyanto mengatakan, keempat napiter tiba di Lapas, petugas lapas langsung melakukan assessment terhadap keempat napiter. Diawali dengan pelaksanaan rapid tes kemudian pemeriksaan barang bawaan. Dan selanjutnya menjalani isolasi di ruangan khusus yang telah dipersiapkan oleh lapas. Isolasi dilaksanakan selama 14 hari.

“Adapun ruangan khusus isolasi untuk napiter tentunya steril dari warga binaan yang lain. Alasan dipindahkan ke lapas Madiun dikarenakan kasus mereka sudah berkekuatan hukum tetap atau inkrah. Jadi untuk ditempatkan di lapas asal dirasa tidak memungkinkan karena tahanannya masih banyak sehingga dipindah ke Lapas lain salah satunya di Lapas Kelas I Madiun,” ungkap Supriyanto saat dikonfirmasi di ruangannya, Kamis (17/12/2020).

Setelah masa isolasi 14 hari selesai, keempat napiter kembali menjalani rapid tes. Jika hasilnya reaktif dan kondisi kesehatannya belum membaik, maka isolasi dapat diperpanjang menjadi 21 hari maupun 28 hari. Selanjutnya mereka baru akan ditempatkan di blok khusus untuk napiter.

Namun pihaknya belum bisa memastikan apakah keempat napiter itu akan dijadikan satu dengan seorang napiter yang berada di Lapas Kelas I Madiun. Keempat napiter harus perlu penanganan dan pembinaan khusus dari petugas lapas.

“Posisinya keempat napiter masih merah berdasarkan data yang kami terima. Yang artinya mereka belum mengakui NKRI. Dan belum mau menyatakan NKRI. Sehingga perlu pembinaan lebih lanjut. Kita harus hati-hati jangan sampai dia nambah pengikut. Kalau dia sudah mengakui NKRI, maka ada surat pernyataan tertulis yang difasilitasi oleh petugas lapas serta dari Densus 88,” pungkas Supriyanto.

Keempat napiter yang dilayar di Lapas Kelas I Madiun masing-masing bernama Hengki Satria yang kasusnya telah divonis selama 4 tahun penjara pada Mei 2018. Hengki merupakan kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD), Sugeng Riyadi yang divonis 6 tahun penjara pada Juni 2019.

JH Wahyudin yang divonis 7 tahun penjara pada Mei 2019 dan Wisnu Putra divonis 3 tahun enam bulan penjara pada September 2019. Wisnu merupakan kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD). Sementara itu salah satu napiter yang sebelumnya sudah berada di Lapas Kelas I Madiun yakni Ibnu Khaldun yang divonis 8 tahun penjara. Yang bersangkutan merupakan kelompok Jamaah Islamiyah Tegal. (Budy Prasetyo)

91 total views, 1 views today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *