Pengedar Pupuk Aspal di Kabupaten Madiun Terancam Hukum Penjara 6 Tahun

detikcyber.com, MADIUN – Satreskrim Polres Madiun berhasil mengungkap peredaran pupuk bersubsidi aspal yang meresahkan petani di Kabupaten Madiun. Pupuk yang diedarkan tersebut meniru produk dari PT. Petrokimia Gresik yaitu Phonska dan SP-36. Tersangka peredaran pupuk aspal tersebut bernama Slamet Romadhon (36), warga Desa Wonoasri, Kecamatan Wonoasri, Kabupaten Madiun.

Sementara itu, Waka Polres Madiun, Kompol Ahmad Faizol Amir, mengatakan pupuk yang diedarkan tersangka palsu dan meniru produk resmi dari PT Petrokimia Gresik. Disisi lain, pupuk yang tersangka edarkan tidak memiliki izin edar resmi.

“Pupuk yang diedarkan ini belum diketahui kandungannya seperti apa. Kami akan melakukan uji laboratorium terkait kandungan pupuk palsu yang diedarkan tersebut,” ungkap Faizol saat konferensi pers di Mapolres Madiun, Rabu (16/12/2020).

Faizol mengungkapkan tersangka pengedar pupuk aspal akan dijerat dengan Pasal 122 Jo Pasal 73 UU RI Nomor 22 tahun 2019 tentang Sistem Budidaya Pertanian Berkelanjutan.

“Pasal 122 berbunyi “Setiap orang yang mengedarkan pupuk yang tidak terdaftar dan/atau tidak berlabel sebagaimana dimaksud dalam Pasal 73 dipidana penjara paling lama enam tahun dan denda paling banyak Rp3 miliar”.

Tersangka mendapatkan pupuk aspal ini dari salah satu produsen pupuk di Gresik. Pupuk aspal tersebut telah diedarkan di berbagai wilayah di Kabupaten Madiun. Dan untuk harga , pupuk aspal ini lebih murah dibandingkan dengan harga pupuk yang resmi.

Dalam dua bulan terakhir, tersangka Slamet Romadhon mengaku telah mengedarkan sekitar 2 ton pupuk aspal kepada petani di Wilayah Kabupaten Madiun. Serta mendapatkan hasil keuntungan Rp.40.000,00 per karung pupuk aspal tersebut.

Saat ini, pihak Satreskrim Polres Madiun masih mengembangkan kasus pupuk aspal ini serta melakukan penyelidikan di Gresik. “Ada dugaan adanya jaringan besar dalam pengedaran pupuk aspal, serta masih mendalami kasus ini”, ungkap Faizol.

“Pastikan terlebih dahulu pupuk yang akan dibeli para petani resmi dan sudah memiliki izin edar, serta supaya lebih hati-hati saat membeli pupuk,” pesan Waka Polres Madiun, Faizol saat dikonfirmasi seusai konferensi pers di Mapolres Madiun. (Budy Prasetyo)

55 total views, 1 views today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *