Jalur Lambat Sepanjang 25 KM di Kota Bengawan Akan Dimaksimalkan Untuk Akses Pesepeda

detikcyber.com, SOLO – Kabid Lalulintas Dinas Perhubungan Surakarta, Ari Wibowo mengungkapkan akan membentuk Satuan Petugas (Satgas) dari komunitas Pesepeda serta akan memaksimalkan jalur lambat untuk akses sepeda sepanjang 25 KM telah dikerjakan, pembuatan marka, rambu-rambu serta petunjuk untuk pesepeda dan diperkirakan akhir tahun.

“Kita sudah gagas dengan komunitas untuk membuat Satgas Pesepeda. Dari unsur Dinas Perhubungan, Satlantas Polresta dan juga dari komunitas nanti,” ungkap Kabid Lalulintas Dinas Perhubungan Surakarta Ari Wibowo saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Jumat (11/12/2020).

Tujuan untuk pembentukan Satgas Pesepeda ini secara langsung menegur bagi pengguna sepeda yang menyalahi aturan atau bahkan masyarakat yang menyerobot jalur sepeda untuk parkir maupun untuk tempat usaha. Selama ini pesepeda sering terjadi cekcok adu mulut di jalan.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Surakarta, Hari Prihatno mengatakan, pihaknya akan berkoordinasi dengan Bidang Perparkiran untuk memberikan sosialisasi kepada petugas parkir supaya nanti di lapangan tidak timbul permasalahan. Memperbolehkan parkir di jalur lambat, akan tetapi sesuai ketentuan.

“Boleh parkir, tetapi diberi ruang untuk pesepeda. Dan itu harga mati dan tidak boleh tidak”, tegas Hari Prihatno.

Yang menjadi kendala di Kota Solo ini minimnya ruang kantong parkir, seperti di Jalan Kol Soetarto depan RS Moewardi seluruh jalur lambat dipakai untuk parkir. “Karena memang tidak ada tempat parkir di kawasan situ,” ungkap Hari Prihatno.

Dengan demikian, Dinas Perhubungan menegaskan jalur lambat agar tetap digunakan sebagai jalur sepeda. Persoalan selama ini yang terjadi di lapangan masyarakat yang menyerobot jalur lambat untuk parkir. ” Petugas parkir boleh menggunakan jalur lambat untuk parkir tetapi harus ada ruang untuk pesepeda”. (Dhiki Prasetyo)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *