Benteng Vastenburg Solo Tempat Pelanggar Prokes, Techno Park Tempat Karantina

detikcyber.com, SOLO – Pemkot Surakarta telah menyiapkan Gedung Techno Park (STP) sebagai tempat karantina bagi pemudik yang akan datang ke Solo pada saat libur Natal 2020 dan Tahun Baru 2021 serta mampu menampung 60 orang pemudik untuk karantina.

Sementara itu, Walikota Surakarta FX. Hadi Rudyatmo mengawali kegiatan walikota untuk persiapan tempat karantina setelah tes swab-nya dinyatakan negatif Covid-19, Selasa (8/12/2020) pagi.

Walkot Solo Rudy cek karantina

Rudy sapaan akrab walikota itu mengatakan, gedung Solo Techno Park sebagai alternatif ke dua setelah Benteng Vastenburg yang akan digunakan untuk karantina pemudik. “Untuk karantina pemudik kita siapkan dua tempat. Satu benteng Vastenburg dan alternatif ke dua Solo Techni Park,” tandasnya.

Adapun alasan pemilihan gedung Solo Techno Park sebagai tempat karantina. Rudy menjelaskan bangunan gerbang benteng Vastenburg menjadi alternatif pertama rusak dan membutuhkan pembenahan. Rudy menyebutkan perbaikan bangunan cagar budaya tidak mudah.

“Akan tetapi Benteng Vastenburg tetap digunakan untuk karantina bagi masyarakat yang melanggar protokol kesehatan. Di Benteng Vastenburg akan kita pasang tenda sebagai tempat makan”, jelas Rudy.

Rudy berharap bagi warga masyarakat tidak untuk mudik dahulu sebelum masa karantina selesai. Meskipun bagi pemudik yang telah membawa surat hasil rapid atau swab Covid-19 tetap akan dikarantina.

Mekanisme penjemputan pemudik yang akan masuk ke Kota Solo, menurut Walikota Surakarta tidak jauh berbeda dengan karantina pada waktu mudik lebaran. Pemkot Surakarta telah bekerjasama dengan pihak Stasiun, Terminal dan Bandara. “Ya seperti dulu koordinasi dengan otoritas bandara, stasiun dan terminal. Nanti dijemput dari sana,” ungkap Rudy.

Sementara itu, Walikota Surakarta FX. Rudyatmo mengatakan pasien Covid-19 tanpa gejala akan dikarantina di Asrama Haji Donohudan Boyolali. Pemkot juga berupaya mencari gedung gedung yang bisa digunakan untuk karantina. “Dikarenakan arena karantina mandiri (di rumah) tidak bisa dipertanggungjawabkan,”. (Dhiki Prasetyo)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *