Aksi Damai GERAM (Generasi Muda) Wonogiri Menolak Kedatangan Rizieq Shihab

detikcyber.com, Wonogiri – Pada hari Sabtu 5 Desember 2020 pukul 10.30 Wib di Bundaran Patung Soekarno (Utara Alun-alun Giri Krida Bakti Wonogiri) berlangsung aksi damai menolak kedatangan Rizieq Shihab dilakukan oleh sekitar 150 orang yang mengatasnamakan Generasi Muda (GERAM) Wonogiri. Sebagai koordinator lapangan Nur Kholis.

Sementara untuk mengamankan aksi damai dalam kegiatan tersebut diantaranya, Kanit Laka Polres Wonogiri Iptu Subroto. Kasat Intel Polres Wonogiri AKP Purnomo, KBO Sat Intelkam Polres Wonogiri Iptu Sukiyatno, S.H.

Sedang Nurkholis Pimpinan/ kordinator Aksi . Fahrizal Azam Orator aksi Unras. Dalam orasinya Ketua Geram mengatakan Kalau jadi Hindu jangan jadi orang India, Kala jadi Islam jangan jadi orang Arab, Kalau jadi Kristen jangan jadi orang Yahudi, Tetaplah jadi orang Indonesia dengan adat budaya yang kaya raya ini.

Aksi dsmai tersebut juga membawa Pamflet/banner bertuliskan, Tolak Rizieq Shihab, indonesia bukan negara Islam tapi negara yang islami Tetap Bhineka Tunggal Ika. Islam ajarkan santun dalam berdakwah, Jaga persatuan jauhi kebencian, Usir pemecah belah bangsa.

Aksi damai yang digelar Geram dimulai Pukul 10.15 Wib berjalan dari kantor Dekopin menuju Bundaran Patung Sukarno.

Setibanya aksi Unras tiba di Bundaran Patung Sukarno peserta aksi Unras melaksanakan Orasi di Bundaran Patung Sukarno.Penyampaian Orasi dari Koordinator aksi Nurkholis.

Mohon maaf terhadap warga Wonogiri pada pagi hari ini kami hanya ingin Menyampaikan aspirasi kami dan kami hanya ingin menyuarakan jerit hati nurani kami.

Kita semua ketahui bahwa selama ini kota Wonogiri sebagai kota yang aman dan damai tentram dan baik- baik saja maka dari itu kami atas nama Gerakan Pemuda yang cinta dengan kota kita ini menolak seluruh tindakan-tindakan yang bersifat radikalisme. Menolak kekerasan dan kita siap mengawal TNI/Polri yang berada di garda terdepan untuk menindak tindakan yang bersifat radikalisme tersebut.

Kita juga menolak intoleransi karena selama ini di kota Wonogiri ini kita sudah hidup berdampingan toleransi kita tahu baru saja kita kedatangan seorang tokoh kita sebut saja Rizieq Shihab seseorang yang dianggap tokoh oleh sebagian orang namun tindakan dan ucapan nya selama ini tidak pantas kita anggap tokoh.

Kembalinya Habib Rizieq Shihab (HRS) ke Indonesia diwarnai kericuhan di Bandara Soekarno Hatta, karena ada ribuan massa yang ngotot untuk menjemput. Padahal sudah ada peringatan agar mereka
mematuhi protokol kesehatan, tapi tetap saja dilanggar.

Ribuan orang menyambut kedatangan Habib Rizieq saat ia datang ke Indonesia, tanggal 10 november lalu mereka jelas melanggar physical distancing tapi tak mempedulikan protokol kesehatan tersebut.

Walau sudah memakai masker, tapi tetap bahaya karena corona bisa menular lewat udara pengap, seperti keadaan di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta yang dipadati oleh mereka.

Situasi ini makin runyam karena Rizieq Shihab menolak untuk melakukan tes Swab ulang dan karantina 14 hari, karena sudah melakukannya di Arab. Padahal bisa saja ada penularan di dalam
perjalanan. Massa pendukung HRS juga tidak takut untuk mendekat, bahkan berbondong-bondong datang dari luar Jakarta, demi bersalaman dengannya.

Jangan malah sengaja melanggar protokol kesehatan karena punya alasan subjektif dalam membenci pemerintah ingat bahwa jika 1 orang saja kena corona bisa menularkan ke ribuan orang lain.

Bagaimana jika ada yang tertular virus covid-19 lalu tidak terselamatkan nyawanya, apakah mau bertanggungjawab?

Di sisi lain Rizieq Shihab dalam ceramahnya selalu bersifat menantang & berisi penuh kebencian & permusuhan jika dibiarkan provokasinya bisa meluas & melebar. Hentikan ceramah seperti ini, apalagi mengatasnamakan dakwah yang mesti dengan hikmah & mau’idhoh hasanah (nasehat yang santun).

Penyampaian Sikap disampaikan oleh Generasi Muda (GERAM) Wonogiri Fahrizal Azam Orator Aksi Unras.

Untuk menolak rencana safari dakwah dan kedatangan Rizieq Shihab (HRS) ke wilayah Wonogiri khususnya dan seluruh Wilayah Indonesia pada umumnya.

Meminta kepada Satgas Covid-19 Kabupaten Wonogiri untuk tidak memberikan izin keramaian bagi panitia kedatangan Rizieq Shihab. Menuntut aparat penegak hukum dan Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 untuk menindak tegas seluruh pihak yang menghambat proses 3T (Testing, Tracing dan Treatment) tanpa pandang bulu, termasuk Rizieq Shihab dan kelompok FPI.
Menolak narasi dakwah yang provokatif dan meresahkan masyarakat demi menjaga persatuan dan kesatuan Negara Republik Indonesia.

Menuntut TNI-Polri untuk menindak tegas oknum provokator pemecah umat dan bangsa. Wonogiri, 5 Desember 2020.

Dari Kepolisian Penyampaian dilakukan oleh Kanit Laka Polres Wonogiri Iptu Subroto. kami dari Polres Wonogiri untuk rekan -rekan semua telah menyampaikan aspirasi pada siang hari ini. Dan mohon nantinya tetap menjaga jarak protokol kesehatan jaga jarak,cuci tangan dan memakai masker. Nanti untuk kembalinya tetap taati peraturan lalulintas dan kembali dengan tertib.

Anda adalah warga Wonogiri yang baik jadi sekali lagi selesai anda selesai menyampaikan aspirasi silahkan membubarkan diri dengan tertib dan jangan bergerombol dan tetap patuhi protokol kesehatan Covid 19.

Selanjutnya pukul 11.00 Wib peserta aksi membubarkan diri dengan tertib kembali ke rumah masing masing. Selama kegiatan berlangsung pesrta aksi damai dengan mematuhi Protokol kesehatan Covid-19.(wwk )

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *