Sopir Truk Tangki Pertamina Yang Tabrak Pria di Madiun Dijerat Dengan Pasal Berlapis

detikcyber.com, MADIUN – Aparat Polres Madiun menjerat sopir truk tangki Pertamina yang menabrak seorang pria di Jalan Raya Surabaya-Madiun Km 153-154, Desa Karangmalang, Kecamatan Balerejo, pada Sabtu (21/11/2020) malam, dengan pasal berlapis. Sopir truk tangki terancam dengan hukuman sembilan tahun penjara.

Sementara itu, Kapolres Madiun, AKBP Bagoes Wibisono, mengatakan sopir truk tangki pertamina tersebut dianggap lalai saat mengemudikan truk tangki berisi BBM. Sehingga saat berada di lokasi kejadian tidak menghentikan laju kendaraannya ketika ada orang yang duduk di tengah jalan.

Sopir truk tangki yang bernama Sutopo tersebut tidak langsung berhenti, melainkan langsung pergi meninggalkan lokasi kejadian serta melakukan aksi tabrak lari.

“Sopir tangki tersebut dikenai dua pasal, yaitu Pasal 312 dan Pasal 310 UU RI No. 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas Angkutan Jalan,” ungkap AKBP Bagoes Wibisono saat rilis kasus kecelakaan lalu lintas di Mapolres, Senin (23/11/2020).

Pasal 312 berbunyi “Setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor yang terlibat kecelakaan lalu lintas dan dengan sengaja tidak menghentikan kendaraannya, tidak memberikan pertolongan, atau tidak melaporkan kecelakaan lalu lintas kepada Kepolisian Negara Republik Indonesia terdekat diancam dengan pidana kurungan paling lama tiga tahun dan atau denda Rp75 juta.”

Sedangkan untuk Pasal 310 berbunyi “Setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor karena kelalaiannya mengakibatkan kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan orang lain meninggal dunia diancam pidana kurangan paling lama enam tahun dan atau denda Rp12 juta.”.

sopir dan kernet truk tangki Pertamina berpelat nomor AG 9821 UV ditahan di Mapolres Madiun untuk proses penyidikan terkait kasus tabrak lari.

Sementara itu, Sutopo mengatakan kondisi jalan raya di lokasi kejadian pada malam itu sedang di guyur hujan deras serta minimnya penerangan jalan.

Dia mengaku, “kalau ada seseorang yang sedang duduk di tengah jalan serta tidak mengetahui kalau malam itu menabrak seseorang di lokasi kejadian dikarenakan hujan deres disertai angin”, pungkasnya. (Budi Prasetyo)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *