Bau Menyengat Diduga Dari Gudang SPPBE PT.Sekawan Maju Mapan Berdampak Cemari Lingkungan Disoal

detikcyber.com- Klaten – Gudang Gas SPPBE ( Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji ) yang dikelola oleh PT. Sekawan Maju Mapan di Desa Jambu Kecamaten Ceper Kabupaten Klaten diduga mencemari lingkungan yang berada di dekat dengan radius 400 meter. Bahkan puluhan siswa sekolah yang berada paling dekat jaraknya dengan Gudang Gas SPPBE PT. Sekawan Maju Mapan setiap dua hari sekali mengalami pusing dan mual muntah yang diduga akibat adanya kebocoran Gas setiap kali ada pengiriman dari Cilacap dan Semarang

Pihak sekolah dan pihak pemerintah desa kemudian menyoalkan dan mengadukan hal tersebut ke LPKNI ( Lembaga Perlindungan Konsumen Nasional Indonesia) Kabupaten Klaten tentang perihal bocornya gudang Gas tersebut

Selanjutnya ketika awak media detikcyber.com meminta penjelasan dari pihak pemerintah desa Jambu yang di wakili kepala desa Jambu kecamatan Ceper Kabupaten Klaten Jawa Tengah , Kepala Desa menuturkan, Saya membenarkan kalau Masyarakat Jambu banyak yang resah dengan bau menyengat yang ditimbulkan dari Gudang gas tersebut. Selain warga mengalami pusing dan mual muntah, Gudang Gas SPPBE PT. Sekawan Maju Mapan tersebut juga tidak pernah memberikan kompensasi yang sepadan.” ujarnya.

Sementara kegiatan belajar mengajar di SD Negeri Jambu Kulon juga sangat terganggu dangan hal ini. Para guru juga khawatir jika kondisi lingkungan sekitar tercemar akan berdampak pada sekolah, akan ada dampak tidak adanya murid yang mau bersekolah di sekolah tersebut karena hal ini.

Disisi lain dalam kenyataanya pihak SPPBE PT. Sekawan Maju Mapan diduga tidak mementingkang kesehatan lingkungan yang ada di sekitarnya.

Sedangkan pada Peraturan Pemerintah R1 No. 41 tahun 1999 tentang pengendalian pencemaran udara pasal 54 ayat (1) ” Setiap orang atau penanggung jawab usaha dan/atau kegiatan yang menyebabkan terjadinya pencemaran udara wajib menanggung biaya penanggulangan pencemaran udara serta biaya pemulihannya”

Demikian halnya dengan ketua LPKNI (Lembaga Pengaduan Konsumen Nasional Indonesia) Kabupaten Klaten Slamet Khomarudin selaku Ketua LPKNI (Lembaga Pengaduan Konsumen Nasional Indonesia) menambahkan.

Menurutnya efek awalnya hanya menimbulkan bau dan dampaknya warga sekitar mengalami mual dan pusing, namun warga khawatir jika hal ini dibiarkan terus menerus akan timbul dampak kesehatan yang lebih parah lagi.” Pungkasnya di sel kesibukan beliau.

Atas dasar pengaduan perihal tersebut pihak LPKNI (Lembaga Perlindungan Konsumen Nasional Indonesia) mengirimkan surat Somasi kepada SPPBE PT. Sekawan Maju Mapan untuk memberikan ganti rugi bagi yang terdampak.

Lalu tekait TJSL (Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan) untuk menyalurkan CSR (Corporate Social Respobsibility) terhadap lingkungan sekitar, pihak LPKNI meminta kepada Pemerintah terkait untuk melakukan pengkajian ulang sosl perizinan pendirian SPPBE PT. Maju Mapan tersebut.

Kemudian bilamana ditemukan perizinan yang tidak sesuai dengan UKL (Upaya Pengelolaan Lingkungan ) UPL (Upaya Pemantauan Lingkungan dan Amdal agar diberikan Sanksi Administratif berupa peringatan tertulis, Pembekuan Ijin dan bahkan sampai pencabutan Perijinan yang mana sesuai dengan Pasal 76 UU No. 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Terpisah Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Klaten, Sri Hadi saat dikonfirmasi perihal tersebut menjelaskan, menurutnya untuk sementara ini belum ada laporan ke saya terkait pencemaran di SPPBE PT Sekawan Maju Mapan, tapi nanti jika ada laporan ke saya dan itu terbukti maka nanti akan tetap kita tindak tegas,” tegasnya. (Tim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *