PENYALURAN BANTUAN  SOSIAL TUNAI TERDAMPAK COVID 19 DI KELURAHAN TANJUNGSARI BERJALAN DENGAN LANCAR

detikcyber.com, BLITAR – Bantuan dana dari pemerintah berupa Bantuan Sosial Tunai (BST) bagi masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19 akhirnya tersalurkan di Kelurahan Tanjungsari Kecamatan Sukorejo Kota Blitar, Jumat(15/5).

Warga di Kelurahan Tanjungsari, menjadi salah satu dari target warga yang mendapat program BST oleh pemerintah.
Adapun BST yang diterima sebesar Rp600 ribu dan akan berlangsung selama tiga bulan, diberikan kepada masyarakat terdampak, baik yang sudah atau belum masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) milik Kemensos.

Pemerintah Kota Blitar sendiri telah meluncurkan Bansos Kota diperuntukan bagi warga Kota yang tidak mendapatkan BST, sepertI yang disampaikan Addy Mashruhin Kasi Kesos Kelurahan Tanjungsari.

“ Khusus di Tanjungsari proses penyalurannya kan ada dari Bansos Kota dimana bansos kota itu mengcover warga yang tidak masuk dalam BST ini.

Penyaluran ini sebelumnya sudah pernah dilaksanakan berupa Bansos Kota, dan saat ini yang terselenggara adalah Bantuan Sosial Tunai dari pusat “ .Jelasnya

Pelaksanaan penyaluran BST ini berjalan sesuai dengan protap pencegahan Covid 19 dengan menjaga sosial distancing, menggunakan masker dan disediakan air, sabun utk mencuci tangan.

Semua undangan untuk pengambilan BST kepada warga kelurahan Tanjungsari terlihat dihadiri oleh seluruh warga yang diundang dengan membawa tanda bukti dir iE- KTP atau KK .

Terkait ada warga yang belum mendapatkan BST yang disalurkan di Kelurahan Tanjungsari seperti yang diberitakan disalah satu media online kemarin (140/5) Lurah Tanjungsari Nofiana Rahayu,S.STP menanggapi bahwa dirinya belum dikonfirmasi namun dijelaskan terkait warga tersebut.

“ Seharusnya kalau misalkan ada yang merasa belum dapat seharusnya Tanya dulu dia belum dapatnya karena, karena bantuan itu bentuknya banyak. Ada yang bentuknya bantuan Kota, ada Restrada, PKH, BPNT dan kemudian BST dari kemensos.

Nah masing masing bantuan ini penerimanya kan tidak boleh dobel. Jadi kemarin kita sudah berupaya ketika diminta data, data sudah ada database nya dari kominfo yang mana asalnya dari Dispendukcapil, jumlah KK seluruh kelurahan.

Semua sudah kita konfirmasi , sudah kita usulkan untuk mendapatkan bantuan. Cuma jenis bantuan yang didapat berbeda beda. Misalkan sudah masuk Restrada, sudah masuk PKH, sudah bisa masuk BPNT itu untuk bantuan jenis lain sudah tidak bisa lagi. Dan penerimanya pun itu ada kriteriannya, bukan PNS, bukan TNI,bukan Polri dan bukan karyawan BUMN yang memang gajinya sudah tiap bulan.” Jelasnya dengan nada kesal. (VDZ)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *